Seperti Jual Beli

ebenarnya ada perbedaan pandangan di antara ulama mengenai hukum terkait pemimpin yang ingkar janji

Seperti Jual Beli
tribunnews.com
Din Syamsuddin

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERMASALAHAN pemimpin ingkar janji juga disentil Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat pembukaan Ijtima V Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Tegal, Jateng. Dia menegaskan pemimpin memang harus siap menanggung konsekuensi jika mengingkari janji-janjinya ketika berkampanye atau mencalonkan diri. Secara politis, konsekuensi bagi pemimpin yang ingkar janji adalah tidak lagi memperoleh dukungan dari masyarakat.

“Kalau dalam politik itu sederhana, kalau tidak ditepati (janjinya), ya tidak usah dipilih lagi. Ini kan masalah politik, janji pemerintah yang harus ditagih masyarakat. Karena masalah politik, hukumannya politik, ya jangan dipilih lagi. Tentu DPR nanti yang mempertanyakan atau menuntutnya,” ucap dia.

Menanggapi itu, Ketua Umum MUI Din Syamsudin mengatakan sebenarnya ada perbedaan pandangan di antara ulama mengenai hukum terkait pemimpin yang ingkar janji. Ada yang mengatakan masyarakat berhak menagih amanah yang diberikan kepada pemimpin tersebut.

“Namun, mazab yang satunya mengatakan hal itu seperti jual beli. Barang yang sudah diambil atau dibeli, tidak bisa dikembalikan. Oleh karena itu pula, pikiran-pikiran seperti impeachment atau pemakzulan, tidak memiliki ruang di negara ini,” ujar Din.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Sabtu (13/6/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved