Ini 7 Modus Penipuan Pengemis Berpenghasilan Tinggi

Melimpahnya penghasilan Kakek Winnie the Pooh yang sehari minimal mengantongi Rp 500 ribu ini tidak lepas dari drama

Ini 7 Modus Penipuan Pengemis Berpenghasilan Tinggi
kompas.com
Pengemis mengais iba dari pejalan kaki yang melintasi jembatan penyebrangan orang di Semanggi, Jakarta Pusat 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Melimpahnya penghasilan Kakek Winnie the Pooh yang sehari minimal mengantongi Rp 500 ribu ini tidak lepas dari drama yang dimainkan kakek bernama Suaedi ini. Dengan pakaian badut Winnie the Pooh yang kepalanya sengaja di buka, Suaedi mengaku hidup sebatang kara dan menderita stroke.

Memang kita sering menjumpai banyak cara para peminta-minta mengetuk hati agar kita dengan suka cita memberi recehan. Apa saja, sih, modus penipuan pengemis? Seorang pegawai Seksi Rehabilitasi Sudin Jakarta Selatan memberi gambaran.

1. Koreng Diberi Terasi
Luka bohongan ini tentu untuk menarik empati. Caranya, luka bohongan itu diberi obat merah dan diolesi terasi. Terasi fungsinya untuk mengundang lalat. Nah modus ini pasti sering kita lihat.

2. Pura-Pura Hamil
Biasanya mereka beroperasi di perempatan dengan dandanan orang yang sedang hamil. Mereka minta-minta dengan dalih uangnya untuk biaya melahirkan.

3. Tangan atau Kaki Buntung
Modus ini juga banyak dibongkar oleh para pegawai Dinas Sosial Jaksel yang berhasil melakukan operasi. Tangan mereka diikat dan talinya dililitkan ke perut biar enggak pegal. Sementara modus penipuan pengemis kaki buntung, kaki ditekuk ke belakangan.

4. Sekeluarga Tidur di Gerobak
Menurut data Dinas Sosial Jaksel, tiap tiba bulan Ramadan selalu muncul fenomena sekeluarga tidur di gerobak. Biasanya mereka membawa bayi dan anak-anak kecil. Sang ayah menarik gerobak, sementara ibu dan anak-anaknya di atas gerobak.

5. Pura-Pura Buta
Modus penipuan pengemis dengan pura-pura buta ini juga kerap dipakai untuk menarik empati. Inilah drama paling mudah mencari propertinya lantaran hanya modal tongkat dan kacamata hitam.

6. Mengkaryakan Anak-Anak
Orangtua menyuruh anak-anak mengemis. Kadang didandani agar membuat miris yang melihatnya. Mereka juga ada yang sengaja diberi seragam sekolah. “Kadang mereka tak tahu kalau hari itu libur sekolah. Jadi mana ada anak yang pakai seragam sekolah,” kata seorang petugas Dinsos.

7. Dorong Nenek Sakit
Selain anak-anak dan bayi sebagai daya tarik, nenek yang dikondisikan sakit juga bisa menjadi magnet agar orang dengan suka rela memberi sumbangan.

Dengan mengetahui tujuh modus penipuan pengemis ini, Anda bisa lebih tepat bisa ingin bersedekah di bulan Ramadan.

Editor: Edinayanti
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved