Dahulukan Asuransi Sebelum Investasi?

jika Anda memiliki keduanya, maka tak jadi masalah. Namun, jika dompet belum mencukupi, mana yang harus didahulukan, asuransi atau investasi?

Dahulukan Asuransi Sebelum Investasi?
shutterstock
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kesuksesan seseorang kebanyakan dinilai dari banyaknya investasi yang dimiliki, baik dalam bentuk rumah, mobil, tanah, atau hal “berbentuk” lainnya. Orang berlomba mencari materi tanpa memikirikan risiko yang dihadapi. Padahal, idealnya kemampuan membeli seharusnya juga diimbangi dengan kemampuan berasuransi.

Tentu, jika Anda memiliki keduanya, maka tak jadi masalah. Namun, jika dompet belum mencukupi, mana yang harus didahulukan, asuransi atau investasi?

Asuransi menawarkan proteksi, sedangkan investasi memberikan persiapan modal masa depan. Biasanya investasi dilakukan untuk persiapan hari tua atau pendidikan anak.

Para konsultan keuangan setuju, orang harus mengutamakan asuransi terlebih dahulu. Mengapa? Logikanya, selama pikiran dan tubuh sehat, investasi bisa diraih dan bukan sebaliknya.

Masalahnya, orang masih beranggapan, investasi bisa dijadikan sebagai proteksi. Mereka berpikir, toh kalau sakit dan harus membayar biaya rumah sakit, mobil bisa dijual. Jika tidak cukup? Deposito bisa dicairkan. Masih tidak cukup? Ada rumah bisa digadaikan. Lalu, kalau belum kunjung sehat?

Nah, di sinilah masyarakat harus jeli. Asuransi dan investasi adalah dua hal berbeda, dan tidak bisa disatukan. Walaupun memang, kini sudah banyak produk asuransi menawarkan program proteksi dan investasi secara bersamaan. Namun, memilih asuransi murni untuk proteksi lebih dianjurkan.

Lindungi diri dan keluarga

Kebutuhan asuransi tiap orang berbeda. Pada asuransi jiwa, pihak asuransi hanya memberikan pertanggungan atas risiko kematian. Baik itu disengaja maupun tidak. Tentu saja yang tertanggung tidak boleh melakukan tindak kriminal.

Nah, jika sebuah keluarga memiliki dua orang pencari nafkah (ayah dan ibu), maka asuransi jiwa bersifat opsional. Namun, jika hanya salah satu saja yang bekerja, maka pencari nafkah wajib diasuransi jiwakan.

Sementara itu, asuransi kesehatan memberikan tanggungan rawat inap dan operasi di rumah sakit. Saat ini, sudah ada BPJS garapan pemerintah. Jadi, semua orang memiliki akses perawatan kesehatan dengan harga terjangkau. Jika dirasa kurang cukup, Anda bisa menambah dengan asuransi komersial.
SHUTTERSTOCK Ada baiknya, jika memungkinkan, Anda sebagai pencari nafkah juga dilindungi dengan asuransi penyakit kritis. Berbeda dengan asuransi kesehatan, pada asuransi penyakit kritis memberika pertanggungan untuk beberapa penyakit berbahaya, misalnya kanker, gagal jantung, stroke, diabetes, dan lain-lain. Biasanya pihak asuransi memberikan keterangan detail mengenai jenis penyakit kritis yang masuk tanggungan.

Lindungi aset

Setelah lengkap memiliki perlindungan diri, jangan lupa untuk memproteksi aset Anda. Jika sudah mampu memiliki mobil, sertakan juga asuransinya agar terhindar dari risiko kerugian atau kehilangan.

Ada dua jenis asuransi mobil, yaitu ‘total lost only’ (TLO) dan ‘comprehensive’. Pada jenis asuransi ‘comprensive’, kerusakan sebagian dan keseluruhan masuk dalam tanggungan. Adapun jenis TLO hanya menanggung kerusakan minimal melebihi 75 persen keadaan sebelum kerugian, termasuk kehilangan.

Namun, jenis comprehensive belum memasukkan pertanggungan kondisi bencana seperti banjir, gempa bumi atau kondisi huru-hara dan terorisme. Pertanggungan lain semisal perlindungan pihak ketiga jika terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban juga belum termasuk paket asuransi komprehensif.

Jadi, jika ingin mendapatkan pertanggungan lengkap, Anda harus melakukan ‘perluasan’ dan menambah premi bulanan. Karena itu, pilih perluasan sesuai kebutuhan. Untuk info lebih detail, ada baiknya menanyakan langsung lewat agen asuransi.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved