Penjaga Perbatasan Laut RI sebagian Bertahan Hidup dengan Mancing

mereka baru bisa menerima gaji setelah tiga bulan kemudian. Nah, untuk bertahan hidup, maka mereka memancing. Bagaimana bisa kuat

Penjaga Perbatasan Laut RI sebagian Bertahan Hidup dengan Mancing
Tribunnews batam/sm rohman
Dua kapal nelayan asing hasil tangkapan KRI Sultan Hasanuddin (366), saat tengah melakukan patroli rutin diperairan sekitar 15 mil Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dari perbatasan Indonesia Malaysia Kamis (11/12/2014) sekitar pukul 10:00 WIB, akan ditengelamkan pada Minggu (28/12/2014) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Perbatasan Kelautan Indonesia sangat lemah dalam hal pertahanan, sehingga mudah dimasuki oleh negara tetangga.

“Faktor utama karena dana yang kurang sekali seakan-akan dianaktirikan untuk pertahanan wilayah kelautan kita. Juga, kurang perhatian pemerintah untuk memaksimalkan wilayah pertahanannya,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin dari Fraksi PDI Perjuangan menjelaskan tentang kondisi perbatasan kelautan Indonesia di Gedung MPR RI, Senin (21/6).

Menurutnya, ketika dia meninjau ke lapangan di beberapa pulau perbatasan laut dengan negara tetangga, ada yang sangat menyedihkan soal gaji para petugas di sana.

“Saya mendapat keterangan, mereka baru bisa menerima gaji setelah tiga bulan kemudian. Nah, untuk bertahan hidup, maka mereka memancing. Bagaimana bisa kuat untuk jaga wilayah perbatasan jika gaji lambat dan bertahan dengan memancing,” kata Hasanuddin.

Soal gaji petugas di perbatasan ini kini masih dibicarakan peningkatan gaji yang memadai, jelasnya.
Menurutnya, pada pemerintahan Jokowi ada upaya untuk perkuat pertahanan kelautan Indonesia dengan menggunakan drone, tapi tidak memakai senjata, melainkan hanya kamera pengintai.

“Selain itu di perbatasan wilayah darat di Kalimantan akan dibangun 100 km jalan yang selain untuk batas negara juga digunakan mengangkut hasil pertanian setempat,” ujarnya.

Sedangkan Pakar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana, menambahkan memang soal dana yang kurang inilah penyebab lembahnya pertahanan kita di laut.

“Selain itu perlu juga ketegasan dari Pemerintahan kita kepada negara tetangga untuk terus mempertahankan batas agar tidak mudah dicaplok. Jika perlu terus diprotes saat mereka mau masuk ke perbatasan. Jika diam, nantinya malah mereka lama kelamaan menguasai dan menjadi hak milik mereka,” ucapnya.

Penulis: Murjani
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help