Bebas dari Daftar Hitam Pencucian Uang

Investor Asing Bakal Menyerbu

Sejak 2010, Indonesia masuk daftar hitam FATF karena ada tiga rekomendasi yang belum mampu dipenuhi. Tiga rekomendasi tersebut yaitu, penanganan

Investor Asing Bakal Menyerbu
banjarmasinpost.co.id/www.ic.or.th
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan Indonesia dinyatakan bebas dari black list atau daftar hitam negara yang rawan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Sejak 2010, Indonesia masuk daftar hitam FATF karena ada tiga rekomendasi yang belum mampu dipenuhi. Tiga rekomendasi tersebut yaitu, penanganan pendanaan bagi teroris, pencucian uang dan masalah pembekuan aset. Di satu sisi, informasi itu menggembirakan karena meningkatkan citra Indonesia di mata negara lain.

Akan tetapi Dirjen Multilateral Kemenlu Hasan Kleib juga mengingatkan bakal‘banjirnya’ investor asing ke Indonesia. Oleh karena itu perlu pengawasan dan pengaturan terhadap mereka.

“Satu sisi, memang positif dari pencitraan.Juga meningkatkan rating investasi dan meningkatkan keuntungan perbankan. Akan tetapi, predikat tersebut juga makin melancarkan transaksi dari dalam maupun luar negeri. Akan banyak investor asing yang masuk,” kata dia di Jakarta, Jumat (26/6).

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Sabtu (27/6/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved