Lapan: Idulfitri 18 Juli 2015

Berdasar penanggalan yang beredar di masyarakat dan keputusan Pengurus Pusat Muhammadiyah, 1 Syawal 1436 H jatuh pada Jumat

Lapan: Idulfitri 18 Juli 2015
ANTARA
Rukyatul hilal.

BANDUNG, BPOST - Kemungkinan terjadinya perbedaan Idulfitri atau Lebaran 2015 ini makin kuat. Setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, kini Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) juga memprediksi terjadinya perbedaan tersebut.

Berdasar penanggalan yang beredar di masyarakat dan keputusan Pengurus Pusat Muhammadiyah, 1 Syawal 1436 H jatuh pada Jumat (17/7). Meski tidak menyebut hari dan tanggal, PBNU dan Lukman menyatakan kemungkinan Lebaran tidak jatuh pada hari itu.

Penegasan dilontarkan Kepala Lapan Thomas Djamaluddin. Dia menyebut kemungkinan Idulfitri jatuh pada Sabtu (18/7). Argumennya, posisi bulan pada Kamis (16/7) mustahil bisa di-rukyat atau dilihat. Dalam kondisi itu maka jumlah hari dalam bulan ini digenapkan menjadi 30.

“Pada 16 Juli 2015 tinggi bulan di wilayah Indonesia secara umum kurang dari tiga derajat, secara astronomi itu mustahil bisa di-rukyat,” kata Thomas di Bandung, Jabar, Rabu (8/7).

Berdasar perhitungan Lapan, dengan posisi itu maka sulit bisa melihat hilal atau bulan pada hari itu. Terlebih bila pengamatan juga terkendala oleh awan. “Mungkin kendala awan bisa minimal karena musim kemarau, tapi dengan posisi bulan itu secara astronomi tidak mungkin dilihat,” tegas dia.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (9/7/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved