Banjarmasin Termasuk Kota yang Menjadi Incaran Pengemis

Sejumlah kota di dalam negeri menjadi target kelompok pengemis yang berkedok minta sumbangan dengan proposal.

Banjarmasin Termasuk Kota yang Menjadi Incaran Pengemis
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Ilustrasi: pengemis.

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah kota di dalam negeri menjadi target kelompok pengemis yang berkedok minta sumbangan dengan proposal.

Kota-kota besar yang menjadi sasaran adalah Surabaya, Bali, Banjarmasin, Jakarta, Yogyakarta, hingga Batam.

Sejumlah kota kecil yang juga disasar, antara lain Jombang, Mojokerto, dan Balikpapan.

Mereka biasanya mengontrak rumah sebagai markas. Pengemis proposal ini biasanya warga yang bisa baca tulis.

Sedangkan yang buta huruf dan berpendidikan rendah, lebih banyak menjadi pengemis tradisional.

”Ada kecenderungan, pengemis tradisional berkurang dan yang membawa proposal bertambah. Mungkin yang tradisional mulai malu,” kata KH Maimun Mannan, tokoh agama Pragaan Daya.

Pragaan Daya adalah desa yang dikenal bahwa mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengemis.

Namun, Kepala Desa Pragaan Daya, Imrah, membantah anggapan pengemis tradisional dan proposal mendapat dukungan dari pemerintah desa.

Dia mengaku tidak pernah sekalipun memerintah atau menganjurkan warganya menjadi pengemis.

“Justru sebaliknya, pihak desa selalu memberikan penyuluhan terhadap masyarakat, agar tidak melakukan pekerjaan sangat hina dan rendah menurut pandangan agama,” ujarnya.

Saat ini, dia sudah menyiapkan lapangan pekerjaan untuk warganya yang mengemis.

Lapangan usaha baru itu dengan menggarap lahan milik pemerintah desa, usaha kerajinan membuat sandal dari karet, dan membuat kerupuk serta rengginang.

Menurutnya, hanya sekitar 5 persen dari sekitar 7.000 penduduk bekerja sebagai pengemis.

“Desa kami ini adalah desa pendidikan. Banyak lembaga pendidikan di sini. Yang mengemis hanya sedikit. Selebihnya adalah perajin tikar, petani siwalan, kuli bangunan, atau pedagang,” kata Imrah.

Dia sangat risih bila desanya disebut sebagai sarang pengemis. 

Editor: Edinayanti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help