PBNU Protes MUI Sering Obral Fatwa

Ketua Bidang Fatwa MUI, KH Ma'ruf Amin menyebutkan unsur yang menjadikan BPJS Kesehatan itu tak sesuai syariah atau haram adalah bunga

PBNU Protes MUI Sering Obral Fatwa
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) terlalu sering mengeluarkan fatwa. Pernyataan Said itu dilontarkan terkait fatwa haram MUI terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"MUI terlalu mudah berfatwa," kata Said saat dijumpai di Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2015).

Ketua Bidang Fatwa MUI, KH Ma'ruf Amin menyebutkan unsur yang menjadikan BPJS Kesehatan itu tak sesuai syariah atau haram adalah bunga. Dalam fatwa yang merupakan keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V Tahun 2015 itu, MUI juga merekomendasikan pemerintah segera membentuk BPJS Kesehatan sesuai syariah.

Said menuturkan, MUI memiliki metode sendiri dalam memberikan fatwa. Ia membandingkan MUI dengan lembaga pemberi fatwa di Mesir yang dalam satu tahun hanya mengeluarkan dua sampai tiga fatwa.

"MUI mudah mengobral fatwa, bahkan pernah sampai sembilan (fatwa) dalam setahun," ujarnya.

Said melanjutkan, PBNU tidak pernah mengeluarkan fatwa. Kalaupun ada, kata Said, maka hal itu merupakan hasil Muktamar NU.

Menurut Said, dalam Muktamar ke 33 NU di Jombang nanti, akan dibahas sejumlah permasalahan yang mengemuka di Indonesia. Di antaranya adalah membahas aturan hukum BPJS, hukum pemimpin atau wakil rakyat yang mengingkari janji kampanye, penghancuran kapal pencuri ikan, hukum memakzulkan pejabat, hukum mengeksploitasi alam berlebihan, hutang luar negeri, perlindungan dan pencatatan pernikahan bagi TKI umat muslim di luar negeri dan lain sebagainya.

"Misalnya pemerintah mengingkari janji kampanye, dosanya seperti apa, kita bahas itu nanti," ucap Said.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved