Rayakan Ultah ke-89, Nenek Ini Jadi Pemandu Sorak

Terakhir kali Pauline Heafner melemparkan pom-pomnya di udara pada tahun 1943.

Rayakan Ultah ke-89, Nenek Ini Jadi Pemandu Sorak
intisari-online
Heafner juga berpose untuk foto dengan tim pemandu sorak dengan tangannya diangkat tinggi ke udara. Para remaja juga terlihat berada di sekelilingnya dengan senyum cerah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID – Terakhir kali Pauline Heafner melemparkan pom-pomnya di udara pada tahun 1943. Namun pemain berusia 89 tahun itu tidak pernah melupakan semangat pemandu soraknya.

Ia selalu bermimpi bisa berteriak beberapa sorakan sekali lagi. Heafner pun akhirnya bisa menjalani mimpinya dengan bantuan rumah jompo, Abernethy Laurels.

Panti jompo itu menjadwalkan hari khususnya dengan SMA South Point Nort Carolina. Sekolah ini menggantikan almamater SMA Heafner, Belmont High School, tempat ia pernah menjadi pemandu sorak.

Staf di SMA South Point membuatkan Heafner seragamnya sendiri dan tim tersebut memberikannya langsung kepada Heafner. Heafner, yang menderita demensia, dengan semangat tinggi, mengenakan seragam dan berterik bersorak-sorai lagi. Terlihat sekali gairah dan cinta dari mantan pemandu sorak senior ini, bahkan setelah bertahun-tahun.

Heafner juga berpose untuk foto dengan tim pemandu sorak dengan tangannya diangkat tinggi ke udara. Para remaja juga terlihat berada di sekelilingnya dengan senyum cerah.

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help