Modusnya Membeli PIN Lewat Internet

"Seorang tersangka E alias ES melakukan aksi kejahatannya saat mendekam di LP Cipinang," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat

Modusnya Membeli PIN Lewat Internet
banjarmasinpost.co.id/antara
Ilustrasi: Polisi menunjukkan barang bukti kartu ATM yang digunakan tersangka Redi (berpenutup wajah), di Markas Polsek Dolopo, Madiun, Jawa Timur, Selasa (31/3/15).

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Petugas Polda Metro Jaya membongkar sindikat pembobolan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) palsu milik nasabah bank swasta dengan modus membeli data dan PIN melalui situs internet.

"Seorang tersangka E alias ES melakukan aksi kejahatannya saat mendekam di LP Cipinang," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto, di Jakarta Minggu.

Petugas meringkus lima tersangka yakni E alias ES, AG alias A dan YWR alias JT, MFH dan S di tempat yang berbeda di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sugiarto menuturkan tersangka E merupakan residivis kasus pemalsuan kartu ATM yang telah selesai menjalani hukuman penjara di Lapas Cipinang Jakarta Timur sekitar April 2015.

Petugas membekuk E di Tanjung Duren Jakarta Barat pada 8Agustus 2015, AG dan YWR di Pademangan Jakarta Utara pada 4 Agustus 2015, MFH dan S di Pasar Pramuka Jakarta Pusat pada 5 Agustus 2015.

Kepala Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Teuku Khadafi, menjelaskan tersangka E membeli kartu dan PIN yang telah dimasukkan ke kartu ATM palsu melalui tiga website.

"Saat mendekam di LP Cipinang, E membeli data nasabah melalui tiga website menggunakan fasilitas internet telepon selular," ujar Arsya.

Penjual kartu ATM palsu itu mengirimkan PIN dan kartu ATM palsu yang telah dicetak atasnama nasabah bank ke kantor Pos, selanjutnya tersangka E menyuruh temannya mengambil kiriman paket itu.

Usai menerima kartu ATM palsu itu, E juga menyuruh temannya membeli sejumlah telepon selular menggunakan kartu tersebut.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 26 kartu ATM palsu, satu unit laptop "Toshiba", satu unit mesin cetak, satu unit komputer, beberapa unit telepon selular dan enam lembar KTP palsu.

Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan atau Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

Editor: Didik Trio
Sumber: Antara News
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved