Golkar Nyatakan Prihatin Situasi Ekonomi

keterpurukan ekonomi itu berdampak pada nilai dolar terhadap rupiah yang melampaui empat belas ribu rupiah

Golkar Nyatakan Prihatin Situasi Ekonomi
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan keprihatinan terhadap situasi ekonomi Indonesia sekarang ini.

“Keprihatinan ini bukan Golkar saja, tapi juga keprihatinan semua karena kondisi ekonomi terpuruk,” kata Aburizal kepada wartawan saat mau membuka rapat pleno Fraksi Partai Golkar DPR RI, Senin (24/8).

Menurutnya, keterpurukan ekonomi itu berdampak pada nilai dolar terhadap rupiah yang melampaui empat belas ribu rupiah. Bursa saham anjlok ditambah PHK besar-besaran.

“Kita berharap ada ahli ekonomi yang membantu negara ini agar ekonomi cepat kembali sehat,” ujarnya.

Diingatkan Ketum Partai Golkar ini, pemerintah sekarang hendaknya jangan membuat beban bagi dunia usaha seperti membuat aturan baru atau menaikkan pajak yang memberatkan.

“Selain itu, pemerintah juga jangan hanya mengejar pertumbuhan APBN yang hanya sebesar 20 persen sementara tidak pada pertumbuhan ekonomi rakyat yang sebesar 80 persen. Semestinya, kosentrasi pada perbaikan ekonomi rakyat sehingga ekonomi bisa bergerak sehat,” ucapnya.

Aburizal juga menyatakan bahwa partainya berkali-kali mengusulkan agar pemerintah membentuk Pusat Penanggulangan Krisis Nasional, karena dengan adanya ini, maka bisa diangkat satu orang yang menangani soal krisis dibawah langsung presiden.

“Sehingga kebijakannya hanya satu tapi dilaksanakan oleh para menteri terkait,” ujarnya.

Sewaktu menjawab pertanyaan wartawan kenapa tidak Golkar saja yang membuat Pusat Penanggulangan Krisis, dijawab Aburizal, jika pihaknya yang membentuk, maka tidak kuat dalam hal mengeksekusi.

“Jika Pemerintah yang membuat, maka akan kuat eksekusi,” tegasnya.

Dia berharap dalam waktu dekat ini Fraksi Partai Golkar kepanjangan tangan dari Partai Golkar untuk menggolkan revisi UU Perbankan dan UU Bank Indonesia.

Ditambahkan Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin setelah disimak UU Bank Indonesia ternyata banyak keterkaitan dengan IMF.

“Sehingga Fraksi Partai Golkar meminta masukan kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk memberikan penjelasan tentang UU yang melanggar konstitusi dalam perkembangan setelah reformasi,” ujarnya.

Penulis: Murjani
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved