Ayo! Raup Keuntungan Mumpung Dollar Menguat

Hal ini diakui oleh Rani (19) pegawai di Money Changer Dollarasia di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut dia, jumlah pengunjung

Ayo! Raup Keuntungan Mumpung Dollar Menguat
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Sejak mata uang dollar Amerika Serikat menguat, banyak orang menukarkan uang di money changer. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar dollar Amerika Serikat yang menguat terhadap sejumlah mata uang, termasuk rupiah dimanfaatkan sejumlah orang untuk meraup keuntungan. Aktivitas di layanan penukaran mata uang atau money changer pun meningkat.

Hal ini diakui oleh Rani (19) pegawai di Money Changer Dollarasia di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut dia, jumlah pengunjung di layanan money changer tersebut meningkat hingga 100 persen.

"Tambah ramai banget beberapa hari terakhir ini, dari biasanya sekitar 70 orang yang datang ke sini, jadi dua kali lipat. Hari ini saja sudah 150 orang yang datang," kata dia di kantornya, Selasa (25/8/2015).

Rani mengatakan, money changer paling ramai dikunjungi orang pada pagi hingga siang hari, yakni pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.

Pada sore hari, aktivitasnya sudah mulai berkurang. Sementara itu, kata Rani, banyak orang yang menjual dan membeli dollar AS relatif seimbang.

Tidak ada aktivitas menjual atau membeli yang lebih dominan. "Seimbang saja ya, yang beli banyak, banyak juga yang jual," kata pegawai yang baru satu tahun bekerja di money changer itu.

Pada Selasa sore, harga jual dollar AS di sana yakni Rp 14.100. Sedangkan harga belinya Rp 14.200.

Tak ubahnya aktivitas di money changer lainnya, Vit Money Changer juga meningkat. Namun, peningkatannya tidak terlalu signifikan.

Jundi Triyono (27), pegawainya, mengatakan peningkatan aktivitas di money changer itu yakni 20 persen.

"Meningkat sih, tetapi tidak terlalu. Paling meningkat itu 2013 lalu, waktu nilai tukarnya Rp 12.800. Sekarang jadinya termasuk biasa," kata pegawai yang sudah sejak 2011 tahun bekerja di sana.

Sedangkan peningkatan aktivitas tidak terlalu dirasakan money changer kecil. Andy (30) salah satu pegawai money changer di kawasan Tebet mengaku aktivitasnya tidak terlalu signifikan meningkat.

"Biasa-biasa saja di sini sih, soalnya kami kecil ya. Mungkin kalau mau tahu perubahannya datang ke Kwitang," kata dia.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help