Unilever Tak Bisa Pertahankan Harga Akibat Dollar Meroket

"Pada Maret kami naikkan 1 persen, di bulan ini (Agustus) juga 1 persen. Alasannya pelemahan Rupiah," kata Communication Secrerary PT Unilever

Unilever Tak Bisa Pertahankan Harga Akibat Dollar Meroket
banjarmasinpost.co.id/antara
Sekretaris Komunikasi PT Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso (paling kanan) bersama Menteri Perindustrian Saleh Husin di pabrik kecap Bango milik Unilever Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang terjadi pada 2015 membuat PT Unilever Indonesia Tbk menaikkan harga jual beberapa produknya dengan rata-rata kenaikan 1 persen dari harga sebelumnya.

"Pada Maret kami naikkan 1 persen, di bulan ini (Agustus) juga 1 persen. Alasannya pelemahan Rupiah," kata Communication Secrerary PT Unilever Indonesia Tbk Sancoyo Antarikso di Bekasi, Jabar, Selasa.

Sancoyo mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah mempengaruhi 55 persen biaya produksi, sehingga perusahaan perlu menaikkan beberapa produk yang biasa dikonsumsi masyarakat tersebut.

"Saya tidak ingat produk apa saja, tapi yang pasti rata-rata naik 1 persen dari harga awal," ujar Sancoyo.

Namun, lanjutnya, pelemahan Rupiah tersebut tidak mempengaruhi perusahaan untuk tetap menanamkan investasinya di tanah air.

Terbukti, Unilever baru saja meresmikan pabrik kecap dan bumbu masaknya di Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, pada Selasa (25/8) dengan nilai investasi Rp 820 milliar.

"Kami pemain jangka panjang, bukan hanya 'hit and run'. Jadi kalau kita investasi lihat jangka panjang. Selama RI pasarnya baik kami akan berinvestasi," katanya.

Adapun Unilever Indonesia berkontribusi hingga 2,5 milliar Euro terhadap pendapatan Unilever global yang mencapai 50 milliar Euro.

Editor: Didik Trio
Sumber: Antara News
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help