Rupiah Terpuruk, Ini Saran dari Ikatan Bankir

Pelemahan rupiah saat ini memang berefek ke berbagai sektor. Salah satu sektor yang berpotensi terdampak adalah perbankan.

Rupiah Terpuruk, Ini Saran dari Ikatan Bankir
shutterstock
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pelemahan rupiah saat ini memang berefek ke berbagai sektor. Salah satu sektor yang berpotensi terdampak adalah perbankan.

Walaupun Otoritas Jasa Keuangan telah memastikan bahwa kesehatan bank tetap terjaga dengan melemahnya rupiah ini, namun bank juga harus melakukan antisipasi.

Apalagi berdasarkan hasil stress test OJK diketahui bahwa NPL perbankan cenderung mengalami kenaikan. Nah, berdasarkan hasil stress test NPL diketahui bahwa rata-rata bank mempunyai daya tahan terhadap NPL maksimum diangka 25 persen. Sebagai gambaran saat ini NPL perbankan mempunyai rata-rata sebesar 2,33 persen.

Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini memberikan saran bahwa untuk mengantisipasi gejolak nilai tukar kedepannya. Pemerintah harus melakukan berbagai strategi antara lain, yakni:
Pertama, pemerintah harus memastikan devisa hasil ekspor bisa masuk ke Indonesia. Hal ini menurut Zulkifli merupakan salah satu penyebab Indonesia masih mempunyai kesulitan dollar AS.

Kedua menurut Zulkifli adalah bankir harus benar-benar melakukan penerapan Peraturan Bank Indonesia yang menyebutkan bahwa setiap transaksi harus menggunakan mata uang rupiah.

Ketiga adalah jangan sampai pengusaha menumpuk simpanan dollar di luar negeri. “Terkait pelemahan ini saya sarankan semuanya jangan grogi, saya yakin ini akan membaik dalam waktu dekat,” ujar Zulkifli di Jakarta, Jumat (30/8/2015).

Untuk sektor perbankan, menurut Zulkifli secara umum saat ini mempunyai kondisi ketahan yang bagus. Hal ini ditunjukkan dengan CAR atau rasio kecukupan modal yang jauh di atas ketentuan yaitu sebesar 20 persen. Selain itu tercatat NPL atau kredit bermasalah juga rendah yaitu sebesar 2,33 persen.

Secara SDM menurut Zulkifli, perbankan di Indonesia tidak kalah dengan perbankan di kawasan ASEAN lain Hal ini karena dalam 4 tahun terakhir, IBI melalui LSPP Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan telah melakukan 80.000 sertifikasi baik dalam hal risk management dan general banking. (Galvan Yudistira)

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved