Daftar Belanja Inilah yang Buat Ibu-ibu Pusing di Pasar

“Kalau harga naik hanya satu dua, barangkali masih bisa ditolerir tetapi ini semua kompak naik! Ditambah lagi PDAM macet dan harus beli air bersih

Daftar Belanja Inilah yang Buat Ibu-ibu Pusing di Pasar
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
pedagang beras 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Belanjalah ke pasar di hari-hari seperti sekarang, maka akan banyak mendengar keluhan ibu-ibu karena hampir semua barang keperluan dapur mengalami kenaikkan.

“Kalau harga naik hanya satu dua, barangkali masih bisa ditolerir tetapi ini semua kompak naik! Ditambah lagi PDAM macet dan harus beli air bersih per jeriken Rp 500 klo sehari perlu 10 jeriken berapa?,” ujar seorang ibu yang mengaku tinggal di kawasan Kampung Perodan Banjarmasin Utara.

Ini hanya beberapa daftar keperluan yang mengalami kenaikkan harga keperluan mendasar di dapur :

- Cabe rawit hari ini menjadi gunjingan di pasar karena harganya dijual antara Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu per kilo.

- Ayam potong memang mengalami penurunan antara Rp 1.000 smapai Rp 2 ribu tetapi setelah mengalami kenaikan mencapai Rp 6 ribu perkilo.

- Ikan laut, jangan ditanyakan karena kualitasnya nyaris tidak ada yang baik namun harganya tidak ada yang di bawah Rp 20 ribu per kilo.

- Sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan sawi yang biasanya antara Rp 2.500 sampai Rp 4 ribu per ikat besar kini rata-rata di atas Rp 5 ribu.

- Kecuali bawang merah yang mengalami penurunan harga siginifikan hingga mencapai Rp 10 ribu perkilo atau harga tahu yang tetap per sepuluh Rp 5 ribu.

- Lalu bagaimana dengan harag dasing? Itu sudah sangat lama tak terjangkau dompet kebanyakan rumah tangga di Indonesia.

Jadi jangan heran, kalau di pasar terdapat ibu-ibu yaang hanya tertarik untuk menanyakan harga bahan, namun kemudian urung karena tak cocok harga dengan isi dompet.

“Harga semua naik tetapi uang belanja kita tetap bahkan sering berkurang. Pusiiinggg...!”, ujar ibu yang lain.

Hingga keluhan pusiinng, bingung, ampun menjadi ucapan yang kerap terlontar di kalangan ibu-ibu di pasar. Akhirnya mereka hanya bisa berdoa dan berharap begini:

“Wahai para suami yang dimuliakan Allah, jangan pelit yaahh memberi uang belanja istri, karena semua keperluan dapur mahal kecuali bawang merah dan tahu...”

“Tetapi kalau memang tidak ada, ga apa-apa, asal jangan komplain yaah kalau menu di meja makan bukan melulu sayur asem tetapi beralih melulu tumis tahu dan bawang...”

Semoga para suami yang dimuliakan Allah senantiasa diberikan rezeki yang baik. Amiinn Ya Robb

Penulis: Umi Sriwahyuni
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help