Pencandu Obat Meningkat

Setidaknya dalam dua hari yakni Kamis dan Jum'at ada saja yang datang ke BNN Kabupaten Balangan.

Pencandu Obat Meningkat
banjarmasinpost.co.id/huda
Sekitar 100 orang ikut rehabilitasi dan rawat jalan klien pemasyarakatan penyalahgunaan narkoba dalam rangka pencegahan, penindakan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Setidaknya dalam dua hari yakni Kamis dan Jum'at ada saja yang datang ke BNN Kabupaten Balangan. Kedatangan ini tak lain untuk melakukan rehabilitas pengguna narkoba dan jenis obat daftar G.

Kepala BNN Kabupaten Balangan AKPB Abdul Muthalib, Selasa (15/9/2015) mengatakan, selama tahun 2015 sampai bulan ini setidaknya ada 34 pasien yang datang ke BNN untuk melakukan rehabilitasi dan konsultasi.

"Peredaran dan penggunaan daftar obat G di ini semakin menjadi, 34 pasien tersebut tersebar di Benua Enam, ada yang dari Tanjung, Balangan, Amuntai, Barabai," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, penanganan yang dilakukan BNN bervariasi, ada pengguna zenith, dextro, sabu, narkoba, ganja, penghisap lem, bahkan penghisap bensin.

"Tergantung seberapa berat ketergantungannya, bila parah bisa kami rekomendasikan ke luar daerah misalnya ke tempat rehabilitasi di Ujung Pandang, atau perawatan di RSUD Balangan, untuk dana BNN yang menanggungnya," katanya.

Diakuinya, ketergantungan yang banyak ditangani oleh BNN selama ini adalah pengguna obat zenith dan dextro, sementara pengguna yang paling banyak datang adalah dari Tanjung, Amuntai, dan Balangan.

"Yang jelas penanganan ketergantungan obat ini meningkat dari tahun sebelumnya, ini menjadi tugas bersama," ujarnya.

Oleh karena itu, diungkapkannya, BNN Kabupaten Balangan ke depan rencananya akan membangun klinik pratama sebagai tempat pemeriksaan rehabilitasi lebih lengkap.

"Mudahan bisa nanti direalisasikan, jika ini berdiri maka penanganan rehabilitas akan lebih baik, tidak harus jauh lagi keluar daerah," ucapnya.

Di klinik ini juga selain test urine, ada assesment yakni mengetahui tingkat kecanduan seseorang pengguna, kemudian bisa disimpulkan dan diarahkan pengobatannya.

"Selama ini hanya melalui test urine kemudian di introgasi orangnya," pungkasnya.

Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved