Wanita Ini Foto Tersenyum di Samping Peti Mati Suaminya

Seorang perempuan Ohio, AS, yang suaminya meninggal karena overdosis heroin berbagi foto dirinya bersama anak-anaknya

Wanita Ini Foto Tersenyum di Samping Peti Mati Suaminya
Daily Mail
Eva Holland bersama dua anaknya berfoto di samping peti mati suaminya yang meninggal karena overdosis heroin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID — Seorang perempuan Ohio, AS, yang suaminya meninggal karena overdosis heroin berbagi foto dirinya bersama anak-anaknya berdiri di samping peti mati sang suami. Peti itu dalam kondisi terbuka dan perempuan tersebut, Eva Holland, mengatakan, dia melakukan hal tersebut demi menyoroti apa yang disebutnya sebagai kematian yang bisa dicegah.

Holland mengatakan, suaminya, Mike Settles (26 tahun), meninggal pada 2 September setelah belum lama ini kambuh di Cincinnati. Ayah dua anak itu telah keluar dari sebuah pusat rehabilitasi "sebagai seorang manusia baru" pada sekitar Natal tahun lalu. Ia telah mencari pengobatan karena kecanduan heroin yang bermula dari kecanduan obat penghilang rasa sakit.

Setelah pemakaman Settles pekan lalu, Holland membuat langkah yang tidak biasa, yaitu menampilkan sebuah foto dirinya bersama anak-anaknya yang tersenyum, yaitu Lucas dan Ava, di samping peti mati suaminya. Ia mem-posting foto itu di Facebook dan Instagram dengan sebuah penjelasan yang panjang.

"Saya yakin foto ini membuat banyak orang tidak nyaman, tetapi alasan utama saya melakukannya adalah demi menunjukkan realitas kecanduan," tulisnya dalam keterangan foto itu.

Holland, yang sudah bersama Settles selama 11 tahun, meneruskan, "Jika Anda tidak memilih pemulihan setiap hari, hal ini satu-satunya jalan keluar Anda. Tidak ada orangtua yang seharusnya mengubur anak-anak mereka dan tidak ada anak kecil seperti anak-anak kami yang harus mengubur orangtua mereka. Hal ini bisa dicegah. Ini tidak perlu terjadi, tetapi sebuah pilihan yang salah menghancurkan keluarganya. Saya tahu banyak orang mungkin marah karena saya membuat hal ini terbuka seperti ini, tetapi menyembunyikan fakta hanya akan meneruskan epidemi ini terjadi. Kebenaran yang nyata adalah heroin membunuh. Anda mungkin berpikir itu tidak akan pernah terjadi pada Anda, tetapi coba tebak, itulah yang dulu dipikirkan Mike juga."

Holland menjelaskan bahwa suaminya jatuh ke dalam obatan-obatan lama setelah mereka bersama. Mereka sudah bersama sejak remaja. "Kami bersama-sama selama 11 tahun. Saya sudah ada di sana sebelum semuanya dimulai," tulisnya. "Saya tahu apa yang dia inginkan dari kehidupan ini, semua harapan dan mimpi-mimpinya. Dia tidak pernah membayangkan hidupnya akan jadi begini. Dia pernah begitu bahagia dan penuh gairah. Dia seorang anak, saudara, teman yang hebat, dan yang paling penting, dia seorang ayah yang hebat. Dia mencintai anak-anak lebih dari apa pun. Namun, seperti yang kita semua tahu, kadang-kadang hidup menjadi sulit dan kita membuat sejumlah pilihan yang salah. Kecanduannya bermula dengan pil penghilang rasa sakit, kemudian heroin menjadi tidak terelakan."

Holland melanjutkan, "Dia sangat mengasihi kami. Dia kemudian memutuskan untuk berhenti dengan pergi ke rehabilitasi pada akhir tahun lalu. Dia keluar sebelum Natal sebagai manusia baru. Dia telah menemukan kembali tujuannya untuk hidup. Dia menemukan senyum manis lagi. Dia menjadi orang, putra, saudara, ayah sebagaimana yang kami semua inginkan."

Holland mengatakan, suaminya kembali kecanduan setelah diresepkan sejumlah obat untuk masalah gigi. "Dia melakukannya begitu baik untuk beberapa lama, tetapi beberapa bulan lalu hal itu mulai lagi dengan sebuah pil untuk 'sakit gigi' yang secara tidak terhindarkan membawanya kembali ke jalur kecanduan, bukannya jalan pemulihan. Dia mengatakan bisa mengatasinya. Dia bisa berhenti sendiri dan tidak perlu mendapatkan bantuan lagi. Yah, dia salah. Rabu lalu, dia mengembuskan napas terakhirnya. Ayah dari anak-anak saya, orang yang saya cintai sejak saya masih kecil. Saya perlu berbagi kisahnya siapa tahu dapat membantu orang lain."

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved