Dua Kecamatan di Balangan Rawan Rabies

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Balangan Melalui Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan

Dua Kecamatan di Balangan Rawan Rabies
tribunnews.com
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kabupaten Balangan masih belum bebas dari kasus rabies, dimana dua kecamatan yakni Kecamatan Halong dan Tebing Tinggi masih dianggap rawan terhadap virus gigitan anjing gila (rabies) ini.

Pasalnya dua daerah ini keberadaan anjing gila masih banyak, apalagi dihutan.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Balangan Melalui Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Abdullah Majidi mengungkapkan, virus rabies tak hanya ada di anjing gila, pada hewan seperti kucing dan kera juga berpotensi memunculkan virus ini.

"Biasanya, binatang yang terkena rabies setelah menggigit manusia binatang tersebut akan mati atau menghilang dan tak pernah lagi ditemukan," jelasnya.

Selain itu, ciri-ciri binatang yang telah terinfeksi rabies biasanya mengeluarkan air liur berlebih dan sulit bernafas. Rabies biasanya masuk ke darah dan menyerang syaraf. Bila kasus ini tidak segera ditangani maka korbannya dapat meninggal dunia.

"Selama ini pemahaman masyarakat virus rabies itu hanya ada di anjing gila, padahal tidak, ini mestinya juga harus diketahui oleh masyarakat," ujarnya .

Kasus Rabies sendiri, ungkapnya, selama tahun 2014 lalu terjadi 22 kasus gigitan dimana dua kecamatan yang telah disebutkan diatas paling banyak terjadi.

Meski dua kecamatan rawan rabies, namun lanjutnya, hingga kini tidak ada kasus rabies yang berakibat meninggal.

Lebih rinci diuraikannya, kasus rabies untuk Kabupaten Balangan bisa dibilang mengalami penurunan, ditahun 2011 ada 47, 2012 ada 16, 2013 ada 26, dan 2014 ada 22 kasus, untuk tahun 2015 kasus rabies belum ada.

"Kami mengimbau jika masyarakat tergigit anjing segera lukanya dibersihkan atau langsung ke rumah sakit terdekat agar diberi vaksin anti rabies," pungkasnya.

Penulis: Elhami
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help