Kabandara Tjilik Riwut: Kami Tidak Bisa Menutup Bandara ‎

Banyaknya penerbangan yang dibatalkan serta penerbangan yang delay hingga berjam-jam membuat resah dan gelisah para calon penumpang

Kabandara Tjilik Riwut: Kami Tidak Bisa Menutup Bandara  ‎
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kabandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Usman Effendi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kabut asap yang tebal menyelimuti Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang sudah berlangsung dalam sebulan terakhir sudah berdampak pada jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat.

Banyaknya penerbangan yang dibatalkan serta penerbangan yang delay hingga berjam-jam membuat resah dan gelisah para calon penumpang‎. Hal ini, sudah menjadi pemandangan biasa selama kabut asap menyelimuti landasan pacu bandara terbesar di Kalteng tersebut.

Bahkan, hari ini jarak pandang di landasan pacu cuma 50 meter sehingga operasional sembilan penerbangan sejumlah maskapai yang biasa beroperasi di Bandara Tjilik Riwut, Sabtu (26/9/2015) memilih membatalkan penerbangan dan mengembalikan uang ganti tiket kepada ‎para penumpang.

Kejadian seperti ini, diperkirakan akan terus terjadi hingga dalam waktu lama, pasalnya, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Tjilik Riwut, kemarau masih akan terus terjadi hingga Bulan November 2015 mendatang.

Lalu apa tanggapan Kepala Bandara Tjilik Riwut terkait semua hal tersebut ? Saat BPost online, menanyakan, kemungkinan bandara tersebut ditutup, karena jadawal penerbangan yang kacau balau akibat asap dampak kebakaran lahan dan hutan yang belum tertanggulangi dan ada kecendrungan kabut asap terus pekat.

Usman Effendia yang adalah Mantan Kabandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ini, mengatakan, pihaknya tidak punya kewenangan untuk menutup bandara, meskipun kabut asap tebal menyelimuti bandara yang dipimpinnya tersebut.

"Kami tidak bisa menutup bandara, karena tidak ada yang rusak dari semua peralatan kami. Landasan pacu bandara maupun personil dan peralatan lainnnya masih berfungsi. Yang jadi masalah hanyalah kabut asap yang berubah-ubah dalam setiap waktu," katanya.

Menurut dia, pihaknya hanya menyerahkan ke‎pada maskapai saja. "Jika maskapai masih ingin operasional, akan tetap kami layani sesuai waktu yang kami tentukan, jikapun ingin lewat sedikit dari jadwal, kami masih tetap layani, semua personil standbye saja, kok," katanya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help