Hantu Laut Sulap CB 750 Jadi Cafe Racer

Tapi karena dasarnya sebuah moge, maka ada beberapa hal yang tidak perlu dirubah terlalu banyak.

Hantu Laut Sulap CB 750 Jadi Cafe Racer
Stanly/Otomania
Modifikasi cafe racer hantu laut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Modifikasi dengan konsep old school masih cukup banyak diminati. Salah satu aliran yang paling digandrungi adalah cafe racer, dengan tema motor sport ala tahun 60-an.

Baru-baru ini Donny Batax dari Bengkel Hantu Laut kembali menyelesaikan karya modifikasi terbarunya dengan tema cafe racer. Berbeda dengan hasil karya sebelumnya, karena kali ini yang digarapnya merupakan moge Honda CB 750 lansiran 1994.

Secara konsep pengarapan masih sama dengan model cafe racer yang sudah pernah dibuatnya secara handmade. Tapi karena dasarnya sebuah moge, maka ada beberapa hal yang tidak perlu dirubah terlalu banyak.

"Dasarnya motor ini kan sudah masuk moge, jadi pengerjaan lebih ke sisi tampilan. Tidak perlu utak-atik soal performa karena standar saja udah cukup besar tenaganya," ucap Donny saat dikunjungi Otomania, Selasa (29/9/2015).

Hal utama yang diagarap adalah menyangkut sasis dan rangka. Untuk menerapkan konsep cafe racer dengan dimensi yang lebih pendek, maka rangka bagian belakang wajib dipapras. Uniknya, di bagian belakang Donny tidak membuat secara khusus buntut tawon yang menjadi ciri khas cafe racer, tapi justru mendesainya satu set dengan jok single seater.

Tangki bawaan asli dari Honda CB 750 juga ikut diganti dengan menggunakan tangki Honda GL yang sudah di custom dengan model lebih ramping. Sayangnya meski masuk dalam kategori moge, tapi kaki-kaki standar CB 750 ternyata dianggap kurang kekar sehingga Donny lebih memilih menggunakan limbah aftermarket.

Stang asli jua diganti dengan model jepit yang membuat stuktur bodi pengendara bisa lebih menunduk. Begitu juga dengan urusan estetika, meski sudah banyak mengalami rombakan tapi fungsi-fungsi, seperti starter, lampu utama dan sein masih bisa berkerja dengan baik.

Sedangkan untuk pelek, ia memilih menggunakan tipe jari-jari karena dianggap lebih unik. Karena aslinya CB 750 menggunakan pelek palang, maka Donny harus memutar otak untuk membuat tromol depan dan belakang sebagai pegangan dari jari-jari serta disc brake secara handmade agar bisa serupa dengan model aslinya.

"Pelek jari-jari lebih banyak pilihan ukuranya, tapi mau tidak mau harus membuat tromol baru. Initnya kita mencangkok ulang versi aslinya dan kita buat dengan menggunakan bahan pipa holo, untuk dudukan braket dan bearing ketebalanya itu mencpaai 5 sampai 6 mm, jadi cukup kuat," ujarnya.

Selesai dengan tromol tinggal mengaplikasikan pelek alumunium dengan dimensi 3 inci dengan Ban keluaran Metziler 120/70-17 di bagian depan, dan 5 inci dibagian belakang bersama ban 180/70-17. Alhasil, tampilan cafe racer dari Honda CB 750 pun lebih gahar.

Editor: Ratino Taufik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved