Ini Strategi Suzuki Hadapi Kiris Ekonomi

“Diskon dan hadiah sudah tidak menarik lagi untuk menggoda konsumen,” ujar Direktur PT Nusantara Jaya Sentosa (NJS)

Ini Strategi Suzuki Hadapi Kiris Ekonomi
banjarmasinpost.c.id/jumadi
Pengunjung mendatangi peluncuran Suzuki APV New Luxury dan Wagon R GS di mall, Sabtu (18/10/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDUNG - Kondisi ekonomi Indonesia yang tidak menentu membuat pasar otomotif menurun. Imbasnya, penjualan mobil pun anjlok. Untuk mengantisipasi penurunan penjualan tersebut, Suzuki menyiapkan strategi baru.

“Diskon dan hadiah sudah tidak menarik lagi untuk menggoda konsumen,” ujar Direktur PT Nusantara Jaya Sentosa (NJS) main dealer Suzuki Bandung-Priangan Timur, Mieke T Sugono di Bandung, Kamis (1/10/2015).

Untuk itu, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi baru. Mulai dari menyasar segmen yang lebih tepat. Lalu membantu menjualkan mobil lama konsumen sekaligus mengdukasi konsumen terkait Suzuki, terutama Suzuki Ertiga. Mieke juga akan menggelar moving event. Dalam event tersebut, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba Ertiga dan menjelaskan kelebihan-kelebihan yang ada di Ertiga.

“Jadi konsumen tidak hanya mendapatkan penjelasan tentang kelebihan Ertiga tapi langsung membuktikannya dengan mengendarai langsung (test drive),” imbuhnya. Selain itu, Suzuki mengandalkan kelebihan perawatan servis. Cara-cara tersebut diyakininya bisa menjaga kesetiaan pelanggan termasuk membantu konsumen kembali pada Suzuki.

Sementara itu, 4 Wheel (4W) Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Andy Tjahyono menjelaskan tentang segmen yang tengah disasar Suzuki. Pihaknya saat ini tidak bermain di konsumen yang marginal. Pihaknya menyasar segmen yang lebih tepat dan lebih kecil. Misalnya, pemilik Ertiga seri pertama tahun ini kreditnya sudah selesai. Mereka adalah salah satu target yang disasar.

Mengenai kondisi ekonomi, Andy mengungkapkan, Suzuki terkena imbasnya. Kondisi ini membuat pihaknya mengoreksi target penjualan. Dan kondisi pasar yang tidak menentu ini membuat dirinya belum berani menempatkan target. “Tidak ada yang menyangka ekonomi seperti ini. Gaikindo saja merevisi target penjualannya,” tutupnya.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved