Upah Minimun Regional di Jepang Capai 24 Juta Per Bulan

Upah Minumum Regional di Tokyo, Jepang sebesar 200.000 yen dalam setiap bulannya. Jika dikurs ke rupiah maka pekerja di Jepang

Upah Minimun Regional di Jepang Capai 24 Juta Per Bulan
banjarmasinpost.co.id/huda
Tokyo

BANJAMASINPOST.CO.ID, TOKYO - Upah Minumum Regional di Tokyo, Jepang sebesar 200.000 yen dalam setiap bulannya. Jika dikurs ke rupiah maka pekerja di Jepang itu bergaji sekitar Rp 24.493.900.

"Itu masih gaji minimum, rata rata pegawai kantoran yang banyak, dan jadi dokter," ujar Eksekutif Fellow and Former Executive Director of Bank of Japan, Mr Hideo Hayakawa, Jumat (2/9) di hadapan journalist muda yang tergabung dalam NSK-Jepang program yang ke 36.

Sedangkan, dalam satu jamnya pekerja di Jepang digaji 700 yen atau setara dengan Rp 85.000.

Karena itu lah, masyarakat di jepang kebanyakan bekerja dari pada yang tidak bekerja. "Sekitar dua juta saja yang tak bekerja, sedangkan yang bekerja sekitar 63 juta, jauh pautannya," kata Hideo Hayakawa.

Dia menyatakan, gaji itu diukur dari standar lulusan perguruan tinggi atau setara dengan strata 1. Menurut warga di Jepang angka itu minim, karena banyak yang dikeluarkan setiap harinya yang menjadi beban biaya hidup (Living Cost). Hanya untuk penginapan atau habis sekitar 80.000 yen tiap bulan, sekitar 9,7 juta.

"Itu masih belum makan, belum transportasi, jadi besar juga pengeluarannya," kata salah satu warga Jepang, Mamiko yang merupakan salah satu editor di NSK ke BPost.

Journalist menyempatkan menanyakan soal upah minimun regional itu ketika berkunjung ke Fujitsu Research Institut di Tokyo Jepang, dengan agenda topik pembahasan soal situasi ekonomi di Jepang.

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help