Garuda 17 Kali Gagal Terbang Gara-gara Asap

Station Manager Garuda Indonesia Lhokseumawe Hardiansyah kepada Kompas.com, Senin (5/10/2015) menyebutkan, sepanjang September 2015

Garuda 17 Kali Gagal Terbang Gara-gara Asap
ANTARA/Herry Murdy Hermawan
Beberapa waktu lalu kabut asap menyelimuti Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Sepanjang September hingga Oktober 2015 Garuda Indonesia tercatat sebanyak 17 kali gagal terbang dari Bandara Kuala Namu Medan saat menuju ke Bandara Malikussaleh, Aceh Utara. Penyebabnya adalah kabut asap yang melanda Aceh sejak dua bulan terakhir.

Station Manager Garuda Indonesia Lhokseumawe Hardiansyah kepada Kompas.com, Senin (5/10/2015) menyebutkan, sepanjang September 2015 tercatat sebanyak 14 kali gagal terbang, sedangkan Oktober 2015 tercatat tiga kali gagal terbang.

“Bagi penumpang yang sudah membeli tiket, maka biayanya akan dikembalikan dan ada juga yang meminta difasilitasi untuk pergi melalui jalur darat. Sebagian lagi meminta jadwal ulang penerbangan dan terbang melalui bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar,” ujar Hardiansyah.

Dia menambahkan, manajemen Garuda Indonesia belum bisa memastikan kapan jadwal penerbangan akan kembali normal. Saat ini, sambung Hardiansyah, pihaknya terus memantau jarak pandang yang kini terganggu akibat kabut asap. “Apabila cuacanya tidak mendukung maka kita tetap tidak akan terbang,” tutur Hardiansyah.

Sementara itu, prakirawan Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Lhokseumawe Syifaul Fuad menyebutkan beberapa hari ke depan diperkirakan hujan akan turun di wilayah Kota Lhokseumawe.

“Jika turun hujan pasti akan berkurang kabut asap tersebut. Kami terus meng-update perkembangan cuaca ke maskapai,” ujar Fuad.

Sejak tiga hari terakhir, kabut asap terus melanda sejumlah daerah di Aceh. Kabut asap itu merupakan kiriman dari sejumlah kebakaran hutan di Pulau Sumatera.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help