Sungai Jingah Masuk Ikon Kota Pusaka

Kota Banjarmasin adalah salah satu kota dari sepuluh kota yang ditetapkan sebagai Kota Pusaka dalam Program P3KP

Sungai Jingah Masuk Ikon Kota Pusaka
banjarmasinpost.co.id/istimewa
Ir H Nurul Fajar Desira CES

BANJARMASINPOST.CO.ID - KEBERADAAN Puluhan rumah tua di Sungai Jingah Banjarmasin saat ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin. Apalagi sejak Kota Banjarmasin masuk menjadi satu Kota Pusaka selain kota-kota lain di Indonesia.

Kepala Bapeko Kota Banjarmasin, Ir H Nurul Fajar Desira CES mengungkapkan Banjarmasin juga memiliki Kota Pusaka (Heritage City) kota/kabupaten yang mempunyai aset pusaka istimewa.

Menurutnya Kota Banjarmasin adalah salah satu kota dari sepuluh kota yang ditetapkan sebagai Kota Pusaka dalam Program P3KP (Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka) bersama dengan Kota Banda Aceh, Kota Sawah Lunto, Kota Palembang, Kota Semarang, Kota Baubau, Kota Bogor, Kabupaten Karangasem, Kota Denpasar, dan Kota Yogyakarta.

Tujuan akhir dari Kota Pusaka sendiri yakni terciptanya Kota Pusaka yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi penduduk kotanya yang menghasilkan “Quality of Space” sampai kepada “Quality of Life”.

Kota Pusaka Kota yang mempunyai warisan budaya baik warisan budaya bendawi / non bendawi.

Mengenai sosialiasi Kota Pusaka kepada masyarakat Sungai Jingah, Fajar mengungkapkan sejauh ini belum dilakukan secara langsung pendekatan dan sosialisasi Kota Pusaka kepada Masyarakat di Sungai Jingah, khususnya mengenai upaya pelestarian rumah-rumah dan bangunan pusaka di Sungai Jingah.

Meski begitu konsep dasar dari upaya untuk melestarikan rumah-rumah pusaka tersebut sudah mulai dirumuskan dan selanjutnya dalam rangka melaksanakan RAKP (Rencana Aksi Kota Pusaka) .

"Dimana Sungai Jingah adalah salah ikon Kota Pusaka di Kota Banjarmasin yang perlu penataan segera, akan dilakukaan upaya penataan dan pembangunan yang nantinya akan menjadikan Sungai Jingah sebagai Kawasan Kota Pusaka yang lestari dan menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan," tuturnya.

Peran pemerintah kota sendiri berupaya untuk melaksanakan perencanaan lebih lanjut yang mana telah dimulai dengan Program P3KP (Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka).

Sedangkan harapan kedepan dari pemko Banjarmasin sendiri terhadap pemilik wilayah yang banyak rumah tuanya diharapkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya nilai kelestarian rumah-rumah pusaka tersebut, dan lebih lanjut dengan kesadaran yang tinggi bersedia bersama-sama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin menata, membangun dan melestarikan rumah-rumah pusaka dan kawasannya.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved