Menguat tetapi Masih Bahaya

Selama sepekan ini, pergerakan nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sangat luar bisa. Melonjak hingga 7,5 persen,

Menguat tetapi Masih Bahaya
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Selama sepekan ini, pergerakan nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sangat luar bisa. Melonjak hingga 7,5 persen, sementara penguatan mata uang negara lain terhadap dolar AS hanya sekitar tiga persen.

Akankah penguatan mata uang Garuda akan terus terjadi, atau sebaliknya, itu hanya penguatan sesaat? Research and Analyst Divisi Treasury Bank Negara Indonesia (BNI) Trian Fathria mengatakan pelaku usaha memang diuntungkan oleh penguatan rupiah selama sepekan ini.

Akan tetapi dia juga mengingatkan, penguatan itu lebih bersifat sentimen sesaat, bukan perubahan secara fundamental.

“Rupiah masih rawan koreksi jika The Federal Reserve atau The Fed (bank sentral AS) menaikkan suku bunga. Menurut saya, selama belum ada kepastian dari The Fed, rupiah akan sulit bangkit,” tegasnya, kemarin.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (11/10/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved