PDI-P Terjunkan 125 Baguna Bantu Atasi Kabut Asap

Sebanyak 125 personel Baguna yang telah diberikan pelatihan khusus oleh Basarnas, akan dibagi menjadi tiga tim, yakni 50 personel

PDI-P Terjunkan 125 Baguna Bantu Atasi Kabut Asap
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, saat ditemui di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menerjunkan 125 personel Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) ke Jambi, Palembang, dan Kalimantan Tengah untuk membantu penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan.

Sebanyak 125 personel Baguna yang telah diberikan pelatihan khusus oleh Basarnas, akan dibagi menjadi tiga tim, yakni 50 personel ke Jambi, 50 personel ke Palembang, Sumatera Selatan, dan 25 personel ke Kalteng.

"Kami memandang tidak ada kata terlambat, tim secara khusus dilatih kemampuan mitigasi dan semangat membantu yang terkena asap," kata Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, melalui keterangan tertulis, Minggu (11/10/2015).

Mereka yang ditugaskan membantu penanganan masalah asap ini akan berada di lokasi selama 10 hari, namun dapat diperpanjang tergantung keadaan di lapangan. Menurut Hasto, mereka sudah pamit dan mendapatkan izin keluarga sehingga siap untuk membantu masyarakat yang ada disana.

Hasto mengungkapkan, Baguna PDI-P tidak hanya diterjunkan di daerah yang terkena benca asap. Ke depannya, PDI-P berencana membentuk satu batalyon dengan jumlah personel antara 800-1000 pasukan kemanusiaan sebagai pasukan pejuang PDI-P untuk membatu rakyat yang menghadapi berbagai persoalan.

Sementara itu, untuk antisipasi bencana asap, PDI-P sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan modernisasi peralatan seperti pengadaan Helicopter Chinook yang sangat cocok untuk medan yang sebaran titiknya cukup banyak.

"Kombinasi pesawat mengisi air dari laut, dilengkapi dari chinook, kita sampai sekarang belum punya, jadi nanti punya tiga saja sudah bersyukur," jelasnya.

Kemudian, kata dia, PDI-P juga merekomendasikan untuk mendata tanaman Jati Putih yang bisa dipakai sebagai benteng. Dengan perencanaan perkebunan ini, maka ada kanal dan tanaman pelindung untuk mencegah kebakaran hutan.

"Jadi harus lebih dipersiapkan, untuk dilakukan mobilisasi, karena dampaknya ke negara tetangga. Apalagi manajemen mitigasi kita sudah semakin handal, jadi agar tidak terjadi lagi," ujarnya.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help