Galuh Banjarbaru Kritisi Kabut Asap

Nanang dan Galuh Banjar yang ada di Kabupaten/Kota se Kalsel tak hanya sekedar melakukan aksi sosial dengan masker dan penggalangan dana

Galuh Banjarbaru Kritisi Kabut Asap
banjarmasinpost.co.id/istimewa
Gusti Gina Madinatul Munawarni

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nanang dan Galuh Banjar yang ada di Kabupaten/Kota se Kalsel tak hanya sekedar melakukan aksi sosial dengan masker dan penggalangan dana, mereka juga melakukan analisis sesuai dengan keahliannya.

Galuh Banjarbaru 2015, Gusti Gina Madinatul Munawarni melakukan analisis bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa Psikologis Fakultas Kedokteran Unlam berkaitan tidak berakhirnya kabut asap yang melanda berbagai daerah di Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga Papua ini.

"Wah kebetulan sekali, saya baru saja menganalisis mengenai kabut asap yang tidak berakhir ini dalam forum kuliah di bidang Psikologi Lingkungan," kata Gina, Rabu (21/10/2015).

Kasus kabut asap pun, lanjut dia, dilihat dari sudut pandang psikologi dimana manusia dalam berperilaku dipengaruhi dua faktor. Pertama faktor kepribadian dan kedua adalah lingkungan.

"Untuk faktor kepribadian, manusia berperilaku karena memiliki karakteristik atau corak perilaku yang menjadi kebiasaan orang dalam merespon sesuatu," katanya.

Kedua, jelas perempuan kelahiran Pantai Hambawang, HST, 28 April 1995 ini, adalah faktor lingkungan yakni lingkungan sosial.

Kaitannya dengan kabut asap, kata Gina, adalah pada perilaku membakar lahan maupun melakukan pembakaran lain seperti sampah. Perilaku lingkungan sosial disini dimana masyarakat menjadi perilaku yang membudaya dalam suatu wilayah tertentu.

"Masyarakat yang terbiasa membuka lahan dengan cara membakar, cenderung turun menurun dan menyebar ke yang lain. Jadi mereka memiliki pola perilaku yang sama. Karena sama ya mereka fine-fine saja," jelasnya.

Semua hal diatas, lanjut dia, dikarenakan kesalahan dalam mempersepsikan sesuatu, penilaian yang kurang tepat dan keyakinan yang kurang tepat. Mereka memandang dengan cara membakar semua masalah dapat diatasi secara efisien baik dari segi waktu dan dari segi finansial.

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved