Perumahan di AS Picu Melemahnya Rupiah ke Rp 13.700

Mengacu data Bloomberg, di pasar spot rupiah berada di level Rp 13.704 per dollar AS atau melemah 0,15% dari sebelumnya Rp 13.683 per dollar

Perumahan di AS Picu Melemahnya Rupiah ke Rp 13.700
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Petugas menghitung uang rupiah di jasa penukaran uang di Jakarta Pusat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Rupiah kembali melemah di hadapan dollar Amerika Serikat (AS), Rabu (21/10/2015).

Mengacu data Bloomberg, di pasar spot rupiah berada di level Rp 13.704 per dollar AS atau melemah 0,15% dari sebelumnya Rp 13.683 per dollar AS pukul 10.03 WIB.

Nasib rupiah serupa di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada di level Rp 13.696 per dollar AS atau melemah 0,45 persen dari sebelumnya Rp 13.634 per dollar AS.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penguatan dollar AS terhadap nilai tukar rupiah berlanjut menyusul jumlah rumah baru yang dibangun (housing starts) milik pribadi di Amerika Serikat pada September meningkat lebih tinggi dari konsensus pasar.

"Adanya rilis kenaikan data perumahan AS yang dibarengi dengan pelemahan laju harga minyak mentah dunia memicu laju dollar AS kembali bergerak menguat," kata Reza Priyambada dikutip dari Antara.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan dollar AS terhadap nilai tukar rupiah cenderung terbatas seiring dengan adanya harapan perekonomian domestik membaik pada kuartal ketiga tahun ini.

Reza mengemukakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2015 lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal sebelumnya.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2015 antara 4,8 persen-5 persen, sementara Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga mencapai 4,85 persen.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan, tanpa adanya perbaikan signifikan pada prospek pertumbuhan Indonesia atau peningkatan usaha stabilitas rupiah oleh Bank Indonesia maka rupiah akan bergerak bervariasi mengikuti dinamika pasar global.

"Saat ini, faktor eksternal yang membawa koreksi terhadap tren pelemahan mata uang rupiah," kata Rangga.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved