Puasa Asyura Istimewa, Sempat Diwajibkan Sebelum Jadi Puasa Sunat

Puasa sunah ini, menurut Ustad Riza, mengutip riwayat Aisyah ketika masih di Mekkah Rasulullah pernah melaksanakannya sebagai kewajiban. Namun setelah

Puasa Asyura Istimewa, Sempat Diwajibkan Sebelum Jadi Puasa Sunat
Hari Widodo/BPost
Prosesi pembuatan bubur asyura di Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Inilah satu-satunya ibadah sunat yang paling istimewa di Bulan Muharam yaitu Puasa Asyura yang juga dikenal sebagai puasa 10 Muharam.

Puasa sunah ini, menurut Ustad Riza, mengutip riwayat Aisyah ketika masih di Mekkah Rasulullah pernah melaksanakannya sebagai kewajiban. Namun setelah hijrah di Madinah dan mendapat perintah dari Allah untuk puasa Ramadan sebagai ibadah wajib, maka Rasul kemudian menjadikan Puasa Asyura sebagai sunat.

“Sabda Rasulullah bahwa Puasa Asyura keutamaannya adalah menghapus dosa-dosa setahun lalu,” ujar Ustad Riza kepada Bpost Online.

Puasa ini juga, menurut ulama di Banjarmasin ini, selain pernah dijalankan Rasulullah sebagai kewajiban sebelum disunahkan, juga sempat mendapat catatan.

Menurut Ustad Riza, catatannya begini, ketika berpuasa Asyura sebagai sunat, Rasulullah mendapat kabar bahwa pada setiap 10 Muharam orang-orang Yahudi dan Nasrani ketika itu juga mentradisikan untuk berpuasa.

Lalu Rasulullah mangatakan tahun depan Puasa Asyura dikawal dengan puasa sehari sebelumnya yaitu 9 Muharam agar menjadi pembeda dengan puasa orang Yahudi dan Nasrani.

“Hanya saja tahun depan itu Rasulullah wafat sehingga tidak sempat menjalankan puasa 9 Muharam sebagai pendamping Puasa Asyura,” ujar ulama ini.

Penulis: Umi Sriwahyuni
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help