Anda Harus Tahu Plus-Minus Jenis Masker untuk Kabut Asap

Penggunaan alat pelindung diri seperti masker atau respirator direkomendasikan untuk digunakan orang-orang yang terpapar asap kebakaran hutan

Anda Harus Tahu Plus-Minus Jenis Masker untuk Kabut Asap
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Sejumlah pelajar menggunakan masker saat belajar mengajar di SD N 1 Palembang, Senin (14/9/2015).Para pelajar ini menggunakan masker agar terhindar dari ISPA mengingat udara yang sangat berbahaya beberapa bulan terakhir ini akibat kabut asap. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masing-masing komponen tersebut memiliki dampak terhadap kesehatan. Namun, sampai saat ini tidak ada satu pun jenis respirator alias masker untuk halau kabut asap atau dengan kata lain memproteksi semua komponen gas dari asap kebakaran hutan.

Penggunaan alat pelindung diri seperti masker atau respirator direkomendasikan untuk digunakan orang-orang yang terpapar asap kebakaran hutan karena desainnya untuk mengurangi paparan partikulat.

Sedangkan penggunaan masker bedah (surgical mask) memiliki manfaat mengurangi masuknya partikel ke dalam saluran napas. Desainnya memfilter partikel yang besar tapi tidak untuk partikel yang kecil, penetrasinya sekitar 60-70% partikel masih dapat masuk ke saluran napas.

Masker N95 merupakan masker yang cukup baik karena dapat menghalangi 95% partikel yang masuk, terutama PM10 (partikel debu). Tentu saja digunakan dengan teknik dan cara yang tepat. Penggunaan yang tidak tepat akan memberikan manfaat yang hampir sama dengan penggunaan masker bedah biasa.

Sebaliknya jika digunakan dengan teknik dan cara yang benar, masker N95 dapat mengurangi gejala pernapasan yang timbul akibat paparan asap kebakaran hutan.

Masker N95 mempunyai keterbatasan berupa ketidaknyamanan penggunaannya dan terbatas maksimal hanya 8 jam. Masker N95 dipakai pada kondisi seseorang yang harus berada di luar ruangan saat kondisi asap cukup pekat.

Baca: Jangan Terlambat, Kenali Gejala dan Cara Cegah ISPA pada Anak

Penggunaan masker N95 tidak direkomendasikan dipakai di dalam rumah, anak-anak, ibu hamil, orangtua (lansia), dan pasien dengan penyakit kardiovaskuler, penyakit paru kronik.

Editor: Didik Trio
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help