Cara Atasi Kebakaran Lahan Kalteng Menurut Ahli Amerika ‎

Ahli manajemen kebakaran dari Amerika Serikat ini, mengatakan dalam mengatasi kebakaran hutan yang telah menyebabkan bencana kabut asap

Cara Atasi Kebakaran Lahan Kalteng Menurut Ahli Amerika ‎
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Ahli manajemen kebakaran hutan dari Amerika Serikat Brad Sanders dan Ketua Harian Artha Graha Peduli Indra S Budianto (kiri) sedang mendiskusikan bagaimana pemadaman api kebakaran hutan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA- Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah, dianggap belum optimal, karena ada kesan upaya pemadamannya masih belum terpadu. Ini, mendapat perhatian tenaga ahli manajemen kebakaran dari Amerika Serikat, Brad Sanders.

Ahli manajemen kebakaran dari Amerika Serikat ini, mengatakan dalam mengatasi kebakaran hutan yang telah menyebabkan bencana kabut asap seharusnya dilakukan terpadu, satu pintu dan satu komando atau satu komando, sehingga dalam pelaksanaannya bisa lebih optimal.

“Yang terlibat dalam pemadaman kebakaran lahan itu, harus keseluruhan komponen. Semua yang terlibat dalam upaya pemadaman seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pemda, TNI, LSM, Ormas dan dunia usaha harus bersatu, tidak boleh jalan sendiri-sendiri,” katanya kepada BPost Online, Rabu (28/10/2015).

Sanders berkomentar, dalam diskusi mengenai cara memadamkan kebakaran hutan di Posko Satgas Artha Graha Peduli Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap , dia meminta semua pihak harus fokus. dan bahu membahu memadamkan api sehingga hasilnya pun bisa lebih baik.

Pria yang punya pengalaman memadamkan kebakaran lahan dan hutan di Amerika Serikat ini , mengatakan, dunia internasional memantau dengan seksama upaya pemadaman kebakaran hutan di Indonesia dan pemerintah-pemerintah negara sahabat berkomitmen untuk membantu supaya bencana asap bisa segera diatasi dan tidak menimbulkan korban lebih banyak lagi.

“Saya juga berharap bantuan internasional untuk upaya pemadaman kebakaran di Indonesia, harus melalui satu pintu dan direspon dengan cepat oleh pemerintah, agar penanggulangan kebakaran bisa lebih optimal lagi.” ujarnya.

Sanders mengapresiasi Satgas Artha Graha Peduli (AGP) di Kalteng yang melakukan operasi kemanusiaan dengan mengelola rumah singgah, menyediakan oksigen, memberikan obat-obatan, masker dan susu untuk balita dan orang lanjut usia.

Dia juga memuji adanya Ide Satgas AGP yang ingin mengoperasikan mobil oksigen keliling."Itu sangat bagus dan dibutuhkan. Upaya ini harus diikuti oleh grup-grup perusahaan lain. Makin banyak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan akan semakin baik,” katanya.

Namun, operasi kemanusiaan saja tidak cukup, karena yang paling penting adalah api kebakaran hutannya dipadamkan dulu.“Operasi kemanusiaan penting, tapi pada saat yang sama apinya dipadamkan, tentunya agar udara bersih dari polutan yang menyebabkan, banyak orang terpapar asap.” jelasnya.

Saat datang ke Kalteng, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengakui bahwa jumlah korban jiwa diduga akibat musibah kabut asap yang menyelimuti Indonesia cukup banyak bahkan mencapai 19 orang, dari lima korban berasal dari Sumatera Selatan, lima dari Kalimantan Tengah, lima orang dari Jambi, tiga dari Kalimantan Selatan dan satu orang dari Riau.

Bahkan dia memperkirakan, sebanyak setengah juta orang di Indonesia, telah menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut sejak pertama kali munculnya kebakaran hutan pada bulan Juli lalu."Ini perlu penanganan serius oleh semua pihak." katanya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help