9 Bulan ada 40.607 Berita Terkait Kabut asap

Indonesia Indicator (I2), perusahaan di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan software AI

9 Bulan ada 40.607 Berita Terkait Kabut asap
banjarmasinpost.co.id/jumadi
kabut asap menebal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDUNG - Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadi isu paling kuat yang disorot media lokal, nasional dan internasional.

Indonesia Indicator (I2), perusahaan di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan software AI (Artificial Intelligence) mencatat, pemberitaan tentang kabut asap dalam kurun waktu 1 Januari hingga 27 Oktober 2015 mencapai 40.607 berita.

Data tersebut berasal dari pemberitaan 617 media online baik lokal, nasional maupun internasional.

"Kabut asap bukan sebuah bencana alam, melainkan karena kesengajaan (human intention), adalah simpulan dari persepsi yang disampaikan melalui media," ujar Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang saat memaparkan hasil riset bertajuk "Kabut Asap dalam Potret Intelijen Media", Kamis (29/10/2015).

Pemberitaan mengenai kabut asap akibat kesengajaan ini mendapat ruang sebanyak 6.920 berita atau 18 persen dari seluruh pemberitaan.

Hal ini diperkuat dengan keterangan BMKG bahwa banyak hotspot ini murni terjadi karena purposefully inflicted atau sengaja dibakar.

Selain itu, gejala kabut asap terjadi dengan pola yang relatif tetap. Data media dalam empat tahun terakhir menunjukkan bahwa titik panas pada dasarnya sudah dapat dideteksi jauh-jauh hari atau 6 bulan sebelum mencapai puncaknya pada September hingga Oktober.

Pola asap, tegas Rustika, tidak hanya dari aspek waktu, melainkan dari aspek wilayah. Ia mengungkapkan, wilayah didih tertinggi ada di Sumatera, terutama Riau, Jambi, dan Sumsel. Selain itu wilayah Kalimantan dan Jawa Tengah.

"Apa yang telah relatif terpola, secara logis dan teoritik, sangat bisa dikendalikan dan diantisipasi. Sayangnya, soal mengantisipasi sering menjadi handicap," kata Rustika.

Padahal, lanjut Rustika, kata kunci antisipasi cukup mendapat ruang berita sekitar 3.890 berita.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help