Karena Inilah Tangis Haru Tak Terbendung Ketika Berdoa di Raudah

dialami mayoritas jemaah haji dunia setiap berada di lokasi makam Rasulullah atau Raudah salah satu tempat mustajam untuk berdoa di Masjid Nabawi

Karena Inilah Tangis Haru Tak Terbendung Ketika Berdoa di Raudah
Yogi Gustaman
Di balik teralis ini, terdapat makam Nabi Muhammad SAW, dan dua sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Khattab di Masjid Nabawi.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Inilah yang dialami mayoritas jemaah haji dunia setiap berada di lokasi makam Rasulullah atau Raudah salah satu tempat mustajam untuk berdoa di Masjid Nabawi Madinah.

“Pikiran langsung napak tilas, disinilah Rasulullah mengembuskan nafas terakhirnya di pangkuan istrinya Aisyah. Di kamar yang juga tempat Beliau menerima tamu dan beribadah serta tidur. Tatkala Beliau sakit parah akibat dampak racun yang ditaburkan perempuan Yahudi di makanan Rasulullah dalam sebuah jamuan. Ini sungguh menguras air mata, tak sanggup kita menahan pecahnya rasa haru,” ujar Asih, salah seorang jamaah asal Banjarmasin yang mengaku berurai air mata ketika berdoa di sana.

Bukan hanya Asih, jamaah asal Banjarmaisn yang lain juga mengungkapkan hal senada.

“Ketika pertama kali menyaksikan Kabah saya tidak menangis hanya berucap ‘Subhanallah’ dan ‘Allahu Akbar’ berulang, tetapi ketika berada di Raudah atau makam Rasul tangis saya sejadi-jadinya memikirkan betapa berat, penuh perjuangan dan teramat mengharukan apa yang sudah dilakukan Rasulullah untuk Islam. Saya ga kuat di sini,” ujar Hj Ayu lagi.

Menurut dia, ketika tangis harunya pecah di Raudah, jemaah disampingnya juga demikian.

“Banyak yang terharu dalam, mungkin pikirannya sama dengan saya,” jelas Ayu lagi.

Penulis: Umi Sriwahyuni
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help