Wah, Bakal Ada Ada Rutan Khusus Bandar Narkoba

Ia mengatakan, untuk bandar narkoba seharusnya tidak perlu diberikan pengampunan. Apalagi diberikan remisi.

Wah, Bakal Ada Ada Rutan Khusus Bandar Narkoba
KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal (Pol) Budi Waseso 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jendral Budi Waseso menyebut bahwa pengguna narkoba akan mati secara perlahan. Bila pun tidak mati, maka tubuh pengguna narkoba akan rusak dalam jangka waktu yang panjang.

"Target dari peredaran narkoba ini adalah menghancurkan generasi muda. Dengan demikian, pengedar narkoba ini bisa kita sebut sebagai pelaku pembunuhan berencana. Karena korbannya akan meninggal secara perlahan," ujar Budi, Selasa (10/11/2015) sore.

Budi mengungkapkan, saat dirinya bertemu dengan pejabat-pejabat se Asean, diketahui bahwa Indonesia merupakan target utama peredaran narkoba. Sebab, pengguna narkoba di Indonesia ini memang cukup tinggi.

"Itu makanya kita punya wacana untuk membangun rutan bandar narkoba. Tapi Komnas HAM selalu menyebut bahwa kita yang salah. Komnas HAM tidak memikirkan akan hal itu," ungkap Budi.

Ia mengatakan, untuk bandar narkoba seharusnya tidak perlu diberikan pengampunan. Apalagi diberikan remisi. Budi menilai, pemberian pengampunan tidak sebanding dengan korban yang telah ditimbulkan akibat bencana narkoba ini.

"Bayangkan saja, betapa rusaknya generasi bangsa karena narkoba itu. Lalu, kenapa mesti para bandar ini kita berikan pengampunan. Biarkan saja mereka dijerat hukum yang berlaku," ujar Budi.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved