Dokter Andra Sempat Ditangani 2 Dokter Spesialis

"Ada dua SpPD (spesialis penyakit dalam) yang di Dobo, dan langsung menangani sejawat kita. Pasien selalu terpantau," kata dr Andi Takdir

Dokter Andra Sempat Ditangani 2 Dokter Spesialis
FACEBOOK.COM/DIONISIUS GIRI
Dokter Dionisius Giri Samudra 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR -Sebelum dilaporkan meninggal dunia di Pulau Aru, Maluku Tenggara, Rabu (11/11/2015) sore, kondisi dr Dionisus Giri Samudra alias Andra, sudah kritis dan tetap dipantau oleh 2 dokter spesialis RSUD Cendrawasih Dobo, Maluku Tenggara Kepulauan Aru.

"Ada dua SpPD (spesialis penyakit dalam) yang di Dobo, dan langsung menangani sejawat kita. Pasien selalu terpantau," kata dr Andi Takdir Haruni, mantan dokter internship FK Unhas angkatan 2001, Rabu (12/11/2015) malam tentang juniornya di FK Unhas. [Baca juga Dokter Muda Ini Dilaporkan Meninggal Dunia Karena Sakit Saat Tugas dan Tak Punya Biaya Evakuasi ]

Sejak, Rabu pagi, atau 14 jam sebelum dilaporkan meninggal di pulau Aru, kabar kondisi dr Giri Samudera dilaporkan kritis.

Kepada Tribun Timur, petang kemarin, kabar ini sempat disebarkan sejawat dokter Giri di internship pada RS Cenderawasih Dobo, dr Tika.

Dokter Koko, panggilan dr Takdir Haruni, juga melansir kondisi almarhum, bahwa Giri Samudera mengalami Febris dengan penurunan kesadaran. Data trombosit: 50.000 Butuh segera evakuasi untuk mendapatkan perawatan selanjutnya di pusat pelayanan kesehatan lanjutan.

Ditambahkan, Diagnosis sekitar pukul 17.20 WIT, dokter Giri masih dalam "encephalitis viral dd morbili" atau kesadaran belum pulih.

Dr Koko yang sejak tahun 2012 aktif menyuarakan perbaikan nasib para dokter internship di Indonesia dengan membuat petisi ke Presiden SBY, mengaku apresiasi dengan bentuan dokter dan paramedis di Kepulauan Aru.
Dokter Muda Makassar Galang Petisi ke SBY http://makassar.tribunnews.com/2013/10/14/dokter-muda-makassar-galang-petisi-ke-sby via @tribuntimur

Dokter Koko mengatakan seluruh potensi kesehatan di pulau ujung selatan samudera Indonesia itu, sudah dikerahkan untuk menyelamatkan nyawa junior dan sejawat mereka.

Mengutip pesan viral dari dr Tika di Dobo, dr Koko menggambarkan, sarana transportasi semua sudah siap.

"Yang bermasalah adalah keadaan pasien yang untransportable (tak bisa diangkut karena kondisi yang kritis)"

Bahkan dilaporkan, pemerintah daerah telah membantu dengan maksimal mengenai transportasi dan segala sarana. Intinya pemerintah daerah tidak lepas tangan, bahkan mereka yang mempersiapkan semuanya.

Bahkan katanya, kendala biaya juga bukan hambatan untuk menangani pasien dokter muda ini. "Tidak ada masalah biaya."

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved