Pemerintah Selamatkan Juni, WNI yang Sempat Jadi "Gelandangan" di Kamboja

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (LP3TKI) Surabaya

Pemerintah Selamatkan Juni, WNI yang Sempat Jadi
BNP2TKI
Juni Wahyudi sempat hidup menggelandang di Kamboja. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (LP3TKI) Surabaya memfasilitasi pemulangan Juni Wahyudi (40) kepada keluarganya. Pihak keluarga Juni menyampaikan terima kasih kepada KBRI di Phnom Penh, Kamboja, dan BNP2TKI atas upaya tersebut.

Demikian dituturkan Kepala Tata Usaha LP4TKI Surabaya, Makruf, berdasarkan keterangan KBRI Phnom Penh, Kamboja. Menurut Makruf, Juni diketahui hidup "menggelandang" selama berada di Kamboja.

Juni adalah warga negara Indonesia yang mengalami masalah sebagai WNI Overstayer di Kamboja. Dia berasal dari Desa Wonokusumo RT 07/RW 02 Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

"Dia tinggal dari satu tempat ke tempat lain, bahkan tinggal di masjid. Untuk kebutuhan makan sehari-hari berharap dari pemberian orang, bahkan diketahui sempat mengalami stres," ujar Makruf, Minggu (22/11/2015).

Makruf mengatakan, sampai sejauh ini tidak diketahui pihak yang memberangkatkan Juni ke Kamboja. Besar kemungkinan, lanjut dia, kepergiannya ke Kamboja adalah sebagai tempat transit menuju negara lain, seperti Taiwan, Korea, dan Hong Kong.

"Sebab Kamboja tidak termasuk negara tujuan penempatan TKI," ujarnya.

Kepulangan Juni dari Kamboja ke Indonesia difasilitasi KBRI Phnom Penh, Kamboja. Dia tiba di Bandara Juanda Surabaya melalui pesawat Lion Air XT 325, Kamis (19/11/2015), setelah sebelumnya diterbangkan dari Kamboja menuju Malaysia, lalu menuju Surabaya.

Setibanya di Bandara Juanda Surabaya, Juni kemudian diserahterimakan oleh Makruf kepada Ali Afandi, adik kandung Juni. Penyerahan itu dengan disaksikan Abdul Wahid dan Darweni dari LP3TKI Surabaya.

Menurut keterangan Ali, Juni kehilangan kontak dengan keluarganya kurang lebih setahun.

"Atas kepulangan Juni kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah, baik kepada KBRI Phnom Penh maupun kepada LP3TKI Surabaya," kata Ali.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved