MotoGP

Ini Alasan Sirkuit Sentul Jadi Tuan Rumah MotoGP

Semua pihak harus mendukung agar semuanya berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia menjadi senang karena bisa menonton secara langsung balapan

Ini Alasan Sirkuit Sentul Jadi Tuan Rumah MotoGP
tribunnews.com
Suasana sirkuit Sentul di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebelum direnovasi untuk menjadi tuan rumah Moto GP musim 2017, Jumat (27/11/2015). Kalender balap di Sentul bakal ditiadakan mulai Mei 2016 guna pengerukan aspal baru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - MotoGP Indonesia rencananya akan digelar pada tahun 2017 sampai 2019 mendatang di Sirkuit Internasional Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dipilihnya Indonesia menjadi satu di antara tuan rumah balapan sepeda motor bergengsi di dunia ini bukan tanpa alasan.

Pihak organisasi penyelenggara balapan MotoGP, Dorna Sport, menurut General Manager Sirkuit Internasional Sentul Lola Moenek, satu di antara alasannya, yakni Indonesia pernah menyelenggarakan MotoGP pada 1996-1997, bahkan berlangsung sukses.

Baca juga: Desain Baru Sirkuit Sentul Oleh Arsitek Dunia Herman Tilke

“Saat pihak kami dan juga pemerintah bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Dorna Sport, Carmelo Ezpeleta, hal yang membuat mereka percaya kepada Indonesia adalah MotoGP 1996 dan 1997 itu. Dorna melihat ke arah itu dan menurutnya itu akan terulang lagi,” kata Lola di acara Press Conference MotoGP 2017 di Sirkuit Sentul, Minggu (29/11/2015) sore.

Wanita berambut pendek itu menambahkan, kesuksesan MotoGP Indonesia pada 1996 dan 1997 itu yang perlu ditegaskan lagi kepada masyarakat bahwa Indonesia mampu mengulagi kesuksesan tersebut pada MotoGP 2017-2019.

“Masyarakat juga harus mendukung agar semuanya bisa terlaksana dengan lancar. Kita itu sudah berpengalaman menggelar acara balapan internasional. Hanya Formula Satu (F1) yang belum pernah kita lakukan di Sentul,” katanya.

Berita lain: Dibatalkan Sirkuit Sentul Jadi Tempat Ajang Balap Mobil Ferrari

Menurut dia, mewujudkan MotoGP 2017 bukan pekerjaan yang mudah.

Semua pihak harus mendukung agar semuanya berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia menjadi senang karena bisa menonton secara langsung balapan MotoGP.

“Persyaratannya tidak sedikit. Buku peraturannya cukup tebal, itu yang harus kita pelajari dan kita persiapkan. Kami meminta bantuan dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Lola.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help