Sepenggal Cerita dari Rumah Banjar Habirau yang Usianya Hampir 1,5 Abad

Rumah tersebut masih dimiliki ahli warisnya, namun tak dihuni lagi sejak lama sehingga rumah itu kosong dan dikunci terus

Sepenggal Cerita dari Rumah Banjar Habirau yang Usianya Hampir 1,5 Abad
istimewa
Rumah Banjar di Desa Habirau, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. 

Warna kayu ulinnya tampak hitam tua menandakan usia rumah dan kayu tersebut sudah sangat tua juga.

Menurut cerita ahli warisnya yang bernama H Said Mursid, rumah ini dibangun pada 1868 atau 147 tahun (hampir 1,5 abad) lalu oleh kakeknya yang bernama Haji Matarif bin Buasan untuk tempat tinggal keluarganya secara turun temurun.

Namun beberapa tahun kemudian setelah kakeknya meninggal dunia pada 1942, rumah tersebut tidak terurus lagi karena keturunannya sudah memiliki rumah masing-masing yang lebih modern.

Menurut staf Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Siswanto, rumah ini bertipe panggung yang memiliki atap bubungan yang bentuknya menjulung tinggi dengan kemiringan 600 derajat.

“Rumah ini memiliki konstruksi berbentuk segi empat yang memanjang ke depan, dengan ruangan yang juga terdapat pada sisi kanan dan kiri bangunan. Fondasinya berbahan kayu galam dan kapur naga, kayu ulin yang digunakan untuk lantai dan dinding serta bambu dan daun rumbia yang digunakan untuk atap,” paparnya.

Sayangnya, rumah ini tak bisa dimasuki karena tak berpenghuni dan pintunya dikunci.

Rumah itu memiliki halaman yang tak terlalu luas namun cukup terawat.

Belum lama ini, kru BPost Online mengunjungi rumah tersebut.

Dituturkan oleh seorang karyawan BPost yang turut serta dalam rombongan, yakni Fahruadi Handiana, akses ke lokasi tersebut cukup jauh dari Kota Kandangan sebagai ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Halaman
123
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved