Home »

Bisnis

» Makro

Pemerintah Optimis dengan Program Sejuta Rumah

Capaian angka ternyata bukan semuanya bangunan baru, melainkan kombinasi antara pembangunan baru dan peningkatan kualitas rumah yang sudah ada.

Pemerintah Optimis dengan Program Sejuta Rumah
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Lokasi groundbreaking program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi di Kelurahan Gedanganak, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Rabu (29/4/2015) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hingga Desember 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) baru merealisasikan 667.668 unit Program Nasional Pembangunan Satu Juta Rumah yang mulai dicanangkan pada April 2015.

Capaian angka ternyata bukan semuanya bangunan baru, melainkan kombinasi antara pembangunan baru dan peningkatan kualitas rumah yang sudah ada.

Menurut Dirjen Penyediaan perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanudin, dari 667.668 unit yang telah dibangun, sebanyak 429.875 unit ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara sisanya sebanyak 237.793 unit untuk non-MBR.

"Rinciannya 353.120 unit rumah baru untuk MBR dan sisanya 76.755 unit merupakan peningkatan kualitas perumahan untuk MBR," tambah Syarif ketika jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Apabila digabungkan maka jumlah pembangunan perumahan baru telah mencapai 590.933 unit. Sampai akhir tahun ini, Kementerian PUPR memprediksi pembangunan rumah baru dan peningkatan kualitas akan mencapai 700.000 unit.

Syarif juga menegaskan bahwa capaian tersebut adalah faktual dan sesuai dengan hitungan dari bank penyalur kredit perumahan. Hal ini terpaksa ia kemukakan lantaran banyak pihak yang meragukan capaian program sejuta rumah.

"Tentunya kita mengacu kepada data pembiayaan. Sebagai contoh, tahun 2014, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) sekitar 27.000 dan tahun ini sudah 125.477 unit. Data ini bukan main-main tapi resmi dari BTN. Jadi jangan ragukan program ini," tegasnya.

Syarif menambahkan bahwa capaian itu juga mendapat dukungan dari KPR konstruksi yang notabene berbeda dengan KPR. Sejauh ini sudah ada 150.870 unit KPR konstruksi dan 55.629 unit non-konstruksi.

Selain itu ada pula kerjasama dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, yakni rumah RISHA sebanyak 11 unit. Termasuk 11.240 unit rusunawa dan 5.205 rumah khusus baru di Gorontalo.

Pembangunan rumah baru tertinggi ada di Jawa Barat dengan jumlah 135.111 unit, diikuti Jawa Timur dengan jumlah 46.220 unit.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help