Nekat Dobrak Pintu, Istri Siri Pergoki Suami Indehoy Siang Bolong dengan WIL di Pelaihari

Tina berteriak meminta tolong karena tak tahan melihat suaminya, Ji, sedang asyik berhubungan intim dengan seorang perempuan lain di kamarnya.

Nekat Dobrak Pintu, Istri Siri Pergoki Suami Indehoy Siang Bolong dengan WIL di Pelaihari
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Warga Jalan Pasar Hewan RT 1 Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, berdatangan mendengar ada penggerebekan pasangan mesum, Kamis (31/12) sekitar pukul 12.30 Wita 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Teriakan minta tolong dari Ta mengundang warga di Jalan Pasar Hewan RT 1 Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kamis (31/12) sekitar pukul 12.30 Wita, berdatangan.

Perempuan muda yang sedang hamil 4 bulan itu tampak tersengal usai mendobrak pintu rumah lalu berteriak.

Tina berteriak meminta tolong karena tak tahan melihat suaminya, Ji, sedang asyik berhubungan intim dengan seorang perempuan lain di kamarnya pada siang bolong. Dia berteriak demi mencegah suami dan perempuan itu lari dari kamar.

Seorang warga menghubungi Satpol PP Kabupaten Tanahlaut dan Sat Resnarkoba Polres Tanahlaut. Rumah tinggal Ji dan rumah sewa yang dihuni perempuan diduga selingkuhannya, diperiksa polisi. Aparat kepolisian menemukan perempuan yang dilihat Ta berhubungan intim dengan suami sedang bersembunyi di dalam mobil Ji yang diparkir di garasi.


Warga Sarang Halang berdatangan setelah mendengar ada penggerebekan pasangan mesum

Tapi, polisi tidak menemukan bukti narkoba, seperti diperkirakan warga. Sebelumnya, warga menudga istri Ji berteriak karena ada pesta narkotika jenis sabu di dalam rumah.

Meskipun demikian, perempuan bersama Ji dan dua perempuan lainya yang menghuni rumah sewa Ji dibawa ke Mapolres Tanahlaut untuk dimintai keterangan.

Ketua RT 1 Kelurahan Saranghalang, Hakim berharap, Pemerintah Kabupaten Tanahlaut menegur pemilik rumah sewa agar tidak menyewakan rumahnya kepada perempuan yang mengganggu rumah tangga orang lain.

"Apalagi di rumah sewa milik Pak Ji itu sebelumnya pernah kami pergoki perempuan membawa pria lain dan kedapatan sedang berhubungan intim. Padahal belum diikatkan pernikahan. Kami minta pemilik rumah sewa diberikan teguran. Kalau perlu ditutup (rumah sewanya)," katanya.

Sementara itu, pantauan di Mapolres Tanahlaut, Jani diberi pengarahan oleh KBO Satbinmas Polres Tanahlaut, Iptu Nursamdinah agar tidak membawa para perempuan yang dinikahinya tanpa surat nikah atau akta nikah ke rumah itu.

Pengakuan Ji, Ta yang melaporkan dugaan perselingkuhan berstatus istri sirinya yang dinikahi secara agama, tapi tidak dicatatkan di Kantor Kementerian Agama.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Tanahlaut, Iptu Sari membenarkan status Ta sebagai pelapor tak memiliki kekuatan hukum karena hanya sebagai istri siri.

"Mungkin ini sedang kami mediasi. Suami memang mengaku tak cocok berumah tangga dengan korban selaku pelapor kasus dugaan perselingkuhan," katanya.

Sampai berita ini diturunkan, polisi masih melakukan mediasi. Ta tanpa didampingi kerabat berserikeras minta dinikahi secara resmi dan tercatat di KUA karena mengaku mengandung anak Jani. Sebaliknya, Ji dibujuk saudara dan kerabatnya agar permasalahan perselingkuhan diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi kepolisian.

Tiga perempuan yang dibawa besama Ji, satu di antaranya diduga pasangan Ji saat kepergok Ta berhubungan intim, masih duduk santai di ruang tunggu Gedung Sentra Pelayana Kepolisian Terpadu Polres Tanahlaut. (tar)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help