23 TKI Asal Sumut Diiming-imingi Kerja Konstruksi Malah Jadi Tukang Bersih-bersih

Dari pertemuan itu diketahui, perusahaan Mr Kon bergerak di bidang konstruksi dan membutuhkan tenaga kerja ahli (tukang) dan bukan ahli (kernet).

23 TKI Asal Sumut Diiming-imingi Kerja Konstruksi Malah Jadi Tukang Bersih-bersih
KOMPAS.com / Mei Leandha
Dedek (baju merah) di dampingi Willy dari FSPMI Sumut saat mengadu ke BP3TKI Medan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Dedek Cahyadi Sirait (25), warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, adalah satu dari 23 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatera Utara yang merasa ditipu oleh agen penyalur PJTKI PT Satria Parang Tritis Medan.

Alih-alih menerima upah tinggi seperti yang diiming-imingkan, mereka malah sempat terlantar di Tanjung Manis, Serawak, Malaysia.

Cerita dimulai pada awal Januari 2015 di kantor agen PT Satria Parang Tritis Medan, Jalan Gaperta Komplek Gaperta Centre Blok B Nomor 6 Medan. Acaranya temu sapa sekaligus interview dengan pihak agen dan pihak majikan dari Malaysia yang di wakili Mr Kon Ted Jee.

Dari pertemuan itu diketahui, perusahaan Mr Kon bergerak di bidang konstruksi dan membutuhkan tenaga kerja ahli (tukang) dan bukan ahli (kernet).

”Mr Kon bilang kami akan diberi upah RM 45 untuk bukan ahli dan RM 65 untuk tenaga ahli. Biaya perobatan gratis, ini tertulis di dalam kontrak yang di buat di Medan," kata Dedek, Jumat (8/1/2016) yang ditemui di Kota Medan.

Pada 8 Mei 2015, empat TKI berangkat dan kloter kedua pada 19 Juni 2015. Mereka semua bekerja di Naim Engineering Sdn Bhd.Sublot II, GRD, tingkat 1 dan 2, Rocks Comercial Centre di Jalan Green, 93150 Kuching, Serawak.

"Enam bulan lebih kami di sini, yang tadinya di janjikan kerja konstruksi malah sebahagian dari kami kerja sebagai cleaning service membersihkan bangunan yang sudah jadi. Parahnya, biaya perobatan pakai uang sendiri. Kami semua terima gaji 45 ringgit," katanya.

"Kami juga di janjikan tempat tinggal yang layak dengan empat sampai enam orang sekamar, nyatanya kami sekamar isinya 13 sampai 30 orang. Janji tinggal janji, 1 Desember 2015 kami pertanyakan kepada pihak office Mr Ujang, malah dapat marahan dan cacian. Mr Ujang kasi kami SP dan bilang disini tidak ada kerja overtime," tambah Dedek.

Ke-23 TKI tetap menolak kebijakan perusahaan tempatnya bekerja, sikap ini membuat pihak PT Naim berang.

”Kalau kalian tidak terima dan minta di pulangkan, gampang saja, cukup kalian tidak masuk kerja selama seminggu pasti kalian di pulangkan," kata Dedek menirukan ucapan Mr Ujang.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved