Ular Sangat Berbisa Ini Diseret Badai Terdampar di Pantai Australia

Carolyn Larcombe, menemukan seekor ular laut dengan perut berwarna kuning (yellow-bellied sea snake atau pelamis platurus) di pantai Congo,

Ular Sangat Berbisa Ini Diseret Badai Terdampar di Pantai Australia
ABC
Ular perut kuning ini biasanya ditemukan di perairan tropis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ular yang sangat berbisa yang biasanya hidup di perairan tropis telah ditemukan terdampar di pantai selatan Negara Bagian New South Wales, Australia. Ular itu bisa sampai ke sana kemungkinan disebabkan badai yang terjadi belakangan ini.

Seorang warga yang tinggal di Canberra, Carolyn Larcombe, menemukan seekor ular laut dengan perut berwarna kuning (yellow-bellied sea snake atau pelamis platurus) di pantai Congo, sekitar 10 klilometer dari Moruya, 2 jam perjalanan dari ibukota Australia, Canberra.

Larcombe tertarik dengan ular tersebut, karena bagian perutnya berwarna kuning, dan buntutnya seperti dayung dan memiliki bintik hitam.

"Tidak banyak orang ketika itu, dan saya dengan kayu kemudian mengangkat ular tersebut dan memasukkan ke laut." kata Larcombe.

Di hari yang sama, Larcombe juga menemukan ular kedua dari jenis yang sama, namun lebih besar, dan dia juga memasukkan kembali ke laut.

Dia mengetahui jenis ular ini dari foto dan ular jenis sama yang dilihatnya di Pantai Broulee juga di NSW 30 tahun lalu.

"Saya tidak takut dengan ular. Saya sangat berhati-hati. Saya pikir kemungkinan ular itu bertahan hidup bisa lebih besar di laut, dari pada di pasir," katanya lagi.

Ular laut dengan perut kuning ini biasanya hidup di laut dalam di Lautan Hindia dan Pasifik.

Peneliti dari Australian Museum Ross Sadlier mengatakan ular yang ditemukan di Pantai Congo tersebut kemungkinan tersapu oleh gelombang laut baru-baru ini karena adanya badai di kawasan tersebut.

"Ular ini mungkin agak lemah, sehingga terperangkap oleh gelombang dan kemudian terdampar," kata Sadlier.

Selama beberapa tahun terakhir, ular-ular jenis ini dilaporkan terdampar di pantai NSW, biasanya ular yang sakit atau mengalami cedera dan terdampar karena adanya badai.

"Di pantai bagian selatan catatan yang kita miliki menunjukkkan mereka terdampar sejak tahun 1900-an," tambah Sadlier.

Sadlier mengatakan mereka yang melihat adanya ular yang terdampar ini untuk berhati-hati, dan menghubungi pihak yang berwenang.

"Peluang untuk digigit ular ini sangat rendah, namun ular ini sangat berbisa," kata Sadlier.

"Jadi kalau sampai kita digigit akibatnya bisa fatal."

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help