Dituduh Cabul, Guru Ngaji Ini Mengaku Ciumi Santri karena Sayang

Beragam alasan diungkap seorang guru ngaji yang dituding mencabuli sejumlah santrinya.

Dituduh Cabul, Guru Ngaji Ini Mengaku Ciumi Santri karena Sayang
StraitsTimes
ILUSTRASI

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Beragam alasan diungkap seorang guru ngaji yang dituding mencabuli sejumlah santrinya.

Mencium dan mencubit dianggap MM (39) sebagai ungkapan rasa sayang kepada anak didiknya. Ciuman itu kerap diterima empat santri perempuan MM yang masih di bawah umur.

Kasatreskrim Polres Tanjung Perak Surabaya, AKP Ardian Satrio Utomo, menjelakan, keempat korban dicabuli saat pelaku yang tercatat warga Jalan Bulak Banteng, Surabaya, itu meminta tolong untuk dipijat seusai mengaji.

"Ada laporan juga bahwa korban kerap dicubit bagian sensitifnya di hadapan santri lainnya. Cubitan itu diakui pelaku juga untuk mendidik," terang Ardian, Sabtu (9/1/2016).

Setelah dilaporkan salah satu korbannya, polisi langsung memproses dan memanggil sejumlah saksi. Pelaku pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2015 lalu.

Sejak ditetapkan tersangka, pelaku sempat kabur dari rumah. Tiga kali panggilan polisi tidak diindahkan.

"Saat kami jemput paksa, dia tidak ada di rumahnya. Informasi dari tetangganya, pelaku ke luar kota sudah lama," kata Ardian.

Pekan lalu, berdasarkan informasi dari masyarakat, pelaku kembali ke rumah untuk menemui keluarganya. Sang guru ngaji pun akhirnya diamankan dan diproses secara hukum akibat perbuatannya.

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help