Enjoy Banjarmasin

Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura

Jika Anda kemari, sebut saja nama Pasayangan, pasti yang pertama tercetus di benak warga setempat adalah penggosokan intan.

Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_212832.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_213138.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_212753.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_213032.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_212905.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_213154.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_213251.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_213034.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_213106.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Sebelum Jadi Perhiasan Mahal, Ternyata Begini Proses Penggosokan Intan di Martapura - penggosokan-intan_20160109_213205.jpg
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal

Intannya saat digerinda, harus dijepit dengan alat bernama docf atau biasa dibaca dup.

"Tulisannya D, O, C, F. Docf, dibaca dup. Itu bahasa Belanda karena alat ini buatan Belanda," terangnya.

Docf itu dipasangkan di ujung sebuah tang khusus, kemudian intan yang dijepit itu diasah ke iskip yang berputar cepat selama proses penggosokannya.

Saat digerinda, intan tersebut sesekali dilihatnya dengan sebuah kaca pembesar khusus untuk memastikan apakah sudah mengilap atau belum.

Sebutir intan bisa dikerjakannya selama tiga hari.

Peralatan penggosok intan yang dimilikinya kebanyakan merupakan warisan dari orangtuanya.

Maklum saja, karena pekerjaan ini memang diwarisinya dari orangtuanya.

Begitu pula dengan orangtuanya yang mewarisi pekerjaan ini dari para leluhur mereka.

Peralatan tersebut semuanya buatan luar negeri seperti docf dari Belanda, dinamo dari Jepang, pengukur intan dari Jerman dan iskipnya dari Belgia.

"Peralatan ini semuanya warisan orangtua saya. Kalau sekarang ini mau beli sendiri harus pesan dulu ke Pemerintah Kabupaten Banjar. Mereka pun pesannya juga ke luar negeri," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved