Waspada 3 Kebiasaan Sederhana Penyebab Kanker Sejak Dini

Kecanggihan teknologi medis kedokteran sekarang ini memang memberi peluang besar bagi pengobatan berbagai penyakit

Waspada 3 Kebiasaan Sederhana Penyebab Kanker Sejak Dini
net
Ilustrasi kelamaan duduk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kecanggihan teknologi medis kedokteran sekarang ini memang memberi peluang besar bagi pengobatan berbagai penyakit yang konon sangat sulit disembuhkan. Salah satunya ialah penyakit kanker. Namun, menurut Dr. David Agus, pakar kanker, proses pencegahan adalah hal terpenting dalam menyikap diri untuk menghindari serangan penyakit kanker.

3 kebiasaan sederhana penyebab kanker sejak dini sejatinya bisa dihindari oleh siapapun setiap harinya. Sayangnya, sebagian orang malah lebih fokus pada kemajuan teknologi kedokteran ketimbang menerapkan kebiasaan sederhana pencegah kanker.

Dalam pencegahan kanker termutakhir, kombinasi antara teknologi canggih untuk mengedit DNA dan penerapan gaya hidup sehat memang bisa membuat manusia hidup lebih lama dan produktif.

"Ada teknologi baru yang disebut CRISPR. Untuk pertama kalinya kita bisa mengubah satu dari 3 juta DNA. Jika Anda menderita kanker, kini dokter bisa mengubah satu dari sel T dalam tubuh untuk menyerang kanker," kata Agus yang pernah menangani pasien ternama seperti Steve Jobs dan Lance Armstrong.

Walau begitu, menurutnya teknologi tak akan banyak membantu jika kita tidak melakukan sesuatu pada gaya hidup.

Berikut 3 kebiasaan sederhana penyebab kanker yang bisa mulai Anda lakukan sekarang:

Duduk terlalu lama
"Duduk lama kini menjadi 'merokok baru'. Bila Anda bisa berolahraga ke gym itu bagus. Tapi duduk selama 5 jam setiap hari sama dampaknya dengan merokok sebungkus rokok sehari," kata profesor dari University of Southern California ini.

Ia merekomendasikan pada orang yang sehari-harinya banyak duduk untuk mengambil jeda berkala.

Waktu istirahat yang tidak teratur
Kebiasaan lain yang harus kita miliki untuk hidup sehat adalah tidur dan bangun pada waktu yang sama. "Tubuh menyukai keteraturan," ujarnya.

Pola makan yang berantakan
Dalam hal pola makan, ia mengingatkan pentingnya makan dalam porsi sedang dan selalu makan dengan kesadaran.

Agus merupakan salah satu pendiri perusahaan obat personalisasi, Navigenics dan Applied Proteomics. Ia bertanggung jawab pada uji klinik obat dan terapi kanker terbaru yang didukung oleh National Cancer Institute.

Editor: Edinayanti
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help