Enjoy Banjarmasin

Lebih Murah, Beli Intan Langsung Ke Pendulangnya di Banjarbaru

Para pendulangnya ini biasanya bekerja di pendulangan atau tambang intan di Desa Ujung Murung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarb

Lebih Murah, Beli Intan Langsung Ke Pendulangnya di Banjarbaru
Banjarmasin Post/ Yayu Fathilal
Pendulang intan tradisional di Banjarbaru, Kalsel, sedang mengurai butiran-butiran intan dari pasir di sungai. 

“Keluarga saya pendulang intan sejak lama sekali. Kebanyakan penduduk sini mendulang intan juga. Ada juga yang menjadi PNS tetapi sedikit sekali,” katanya.

Anak-anak setempat yang putus sekolah biasanya akan diwarisi pekerjaan ini oleh orangtua mereka.

Para pendulangnya ini ada yang bekerja secara berkelompok, ada juga yang perorangan.

Mereka yang bekerja secara berkelompok biasanya mendulang di tanah yang ada pemiliknya.

Pemiliknya ini yang mengelola pendulangan itu termasuk mengupah para pendulangnya.


Intan produk Banjarbaru yang sudah diolah jadi bahan permata.

Satu kelompok biasanya terdiri atas delapan hingga sepuluh pendulang.

Dia mengatakan mereka hanya mendapatkan upah jika berhasil memperoleh intan.

“Nanti intannya dikumpulkan lalu ditaksir harganya. Kami hanya mendapatkan upah 40 persen dari harga intannya. 60 persennya buat pemilik tambang. Itu pun nanti dibagi-bagi lagi. Yang dapat delapan orang, misalnya dapat intan harga Rp 10 juta, 40 persennya sekitar Rp 4 juta, dibagi lagi buat delapan orang itu, dapatnya cuma Rp 500 ribu. Itu hasil untuk hari itu. Besok belum tentu lagi nasib kami seperti apa. Bisa dapat lebih, bisa kurang, bisa juga tak dapat sama sekali. Nggak ada intan nggak ada duit,” tuturnya.

Tak jarang, walau hujan mendera pun mereka tetap bekerja demi sebuah nasib mujur, harapan agar dapur mereka tetap berasap dan perut anggota keluarga mereka tetap terisi.

Halaman
1234
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help