Enjoy Banjarmasin

Lebih Murah, Beli Intan Langsung Ke Pendulangnya di Banjarbaru

Para pendulangnya ini biasanya bekerja di pendulangan atau tambang intan di Desa Ujung Murung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarb

Lebih Murah, Beli Intan Langsung Ke Pendulangnya di Banjarbaru
Banjarmasin Post/ Yayu Fathilal
Pendulang intan tradisional di Banjarbaru, Kalsel, sedang mengurai butiran-butiran intan dari pasir di sungai. 

Tubuh mereka seakan sudah kebal terhadap serangan angin dan hujan.

Mereka biasa mendulang intan menggunakan sebuah alat yang mirip topi caping petani namun berukuran lebih lebar, tebal dan berbahan kayu jingah yang sudah tua, namanya linggang.

Bebatuan di dasar sungai itu disedot menggunakan penyedot khusus, lalu dibersihkan dengan disirami air lantas dimasukkan ke dalam linggang kemudian digoyang-goyangkan untuk mencari intannya.

Seorang pendulang intan lainnya, Asikin, mengatakan tak tiap hari dia mendapatkan intan.

“Kadang-kadang saja. Dua tahun lalu pernah dapat intan tiga karat. Paling kecil pernah dapat yang 10 mata, ukurannya sebesar gula pasir saja,” terangnya.

Tak jarang, di antara mereka juga ada yang bekerja secara perorangan sehingga hasilnya pun murni seluruhnya untuk mereka.

Intan-intan hasil perolehan mereka ini pun dijual mereka pula ke para pelancong yang mengunjungi kawasan ini.

Jika Anda tiba di sini, mereka akan mendekati Anda dan menawarkan jualan mereka.

Pendulang lainnya, Toni, menambahkan jika intan-intan yang dijual di sini harganya lebih murah setengahnya dibandingkan dengan yang dijual di toko.

“Kalau di toko Rp 3 juta, di sini hanya Rp 1,5 juta. Yang sudah jadi berupa perhiasan juga ada. Harganya macam-macam sesuai kualitasnya. Kisarannya ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Yang jelas, lebih murah lah dibandingkan dengan di toko karena di sini dari tambangnya langsung. Kalau yang di toko kan sudah terkena biaya sewa tempat dan pedagangnya juga pasti mengambil keuntungan,” paparnya.

Diceritakannya juga, intan-intan yang dijual di toko tak semuanya asli hasil lokal.

Ada juga yang berasal dari Eropa.

Kualitas dan harganya pun berbeda.

Untuk intan lokal yang sudah masak (sudah berupa perhiasan) sekitar Rp 60-65 juta.

Sementara intan atau berlian Eropa sekitar Rp 15 juta.

“Beda-beda harga, sesuai kualitasnya. Tapi kalau harga pasarannya ya segitu,” tambahnya.

Sementara untuk yang mentah (belum diolah) dan lokal, per karatnya sekitar Rp 30-40 juta.

“Itu kalau yang bersih, kilaunya bagus dan kualitas mantap. Kalau yang jelek Rp 6-7 juta saja per karatnya,” sambung seraya menunjukkan intan mentah lokal dan Eropa.

Tampak intan lokal lebih bercahaya tajam, bersih dan bening dibandingkan yang Eropa.

Kalau intan Eropa, kilaunya tampak pecah dan agak redup.

Tempat ini selalu diramaikan oleh aktifitas pendulangnya saban hari.

Tak ada jadwal libur bekerja di sini sehingga pelancong pun bisa tiap hari pula berkunjung kemari.

Biasanya mereka bekerja antara pukul 08.00 Wita hingga 17.00 Wita.

Tak jarang, di antara pelancong ada saja yang tertarik membeli intan langsung dari pendulangannya karena harganya jauh lebih murah daripada di toko.

Tempat ini tak sulit dicari.

Tiap hari ada saja wisatawan kemari.

Ada yang dari Jawa juga luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

Biasanya mereka naik bis atau menyewa mobil kemari, soalnya di sini tak bisa dimasuki angkutan umum seperti angkot karena jalannya sempit.

Lokasi di sini juga tergolong aman.

Selama ratusan tahun daerah ini menjadi tempat pendulangan intan dan kerap dikunjungi turis, tak pernah ada kejadian berbahaya apa pun.

Secara pemandangannya, daerah ini masih sangat alami.

Memasuki daerah ini Anda akan disuguhi pemandangan alam seperti sungai, padang rumput dan pedesaan yang tentram.

Daerah di sekitar pendulangannya becek, sehingga tidak disarankan Anda kemari menggunakan sepatu seperti high heels.

Sebab, jika ingin melihat langsung para pendulangnya bekerja, Anda harus mendekat dan basah-basahan di sungainya.

Jika ingin kemari sebaiknya menggunakan alas kaki berupa sandal atau sepatu teplek saja.

Menuju kemari, Anda cukup berkendara hingga tiba di Jalan Ahmad Yani Km 36, Banjarbaru atau tepatnya di tugu perempatan dekat Universitas Lambung Mangkurat.

Ambil jalan ke kanan yaitu Jalan Mistar Cokroaminoto yang ke arah Kota Pelaihari.

Lurus saja sekitar lima kilometer, di sebelah kiri jalan ada pelang bertulisan SDN Sungai Tiung 4, ada jalan kecil bernama Jalan Eks Transpol.

Masuk saja ke situ sekitar beberapa ratus meter, lokasi pendulangannya berada di sebelah kanan jalan, di belakang perumahan warga.

Jika masih bingung, jangan malu-malu untuk bertanya ke warga setempat, mereka akan dengan senang hati mengarahkan atau bahkan mengantarkan langsung ke lokasi yang dituju.

Bagaimana? Tertarik untuk melihat aktifitas pendulangan intan di sini dan membeli langsung intannya dari pendulangnya? Harganya lebih murah lho. (Yayu Fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help