Paus Fransiskus: Maafkan Penganiayan yang Dilakukan Orang Katolik

Dia juga meminta umat Katolik untuk memaafkan orang-orang yang telah menganiaya mereka.

Paus Fransiskus: Maafkan Penganiayan yang Dilakukan Orang Katolik
GABRIEL BOUYS / AFP
Paus Fransiskus. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ROMA - Paus Fransiskus meminta umat Protestan dan gereja-gereja Kristen lainnya untuk memaafkan penganiayaan masa lalu yang dilakukan orang-orang Katolik.

Paus mengatakan hal itu bersamaan dengan saat Vatikan mengumumkan pada Senin (25/1/2016) bahwa dia akan mengunjungi Swedia tahun ini untuk menandai ulang tahun ke 500 Reformasi.

Ketika berbicara pada ibadat vesper tahunan di Basilika Santo Paulus di Roma yang dihadiri para perwakilan dari agama-agama lain, Paus meminta "maaf untuk perilaku yang tidak sesuai anjaran Injil oleh umat Katolik terhadap orang Kristen dari gereja-gereja lainnya".

Dia juga meminta umat Katolik untuk memaafkan orang-orang yang telah menganiaya mereka.

Vatikan mengumumkan bahwa pada 31 Oktober mendatang, Fransiskus akan mengunjungi kota Lund di Swedia selatan.

Di kota itu, di mana Lutheran World Federation didirikan tahun 1947, Paus akan bergabung dengan umat Lutheran untuk meluncurkan peringatan Reformasi yang akan dilanjutkan di seluruh dunia pada tahun depan.

Martin Luther, seorang Jerman, dikenang karena memulai Reformasi Protestan tahun 1517. Luther, seorang pastor Kalotik, menulis 95 inti pandangannya, lalu ditempel di pintu gereja di Wittenberg, yang mengecam Gereja Katolik karena menjual pengampunan dosa demi uang.

Hal itu menyebabkan sebuah perpecahan, seringkali berupa skisma politik di seluruh Eropa dan kekristenan, mendorong antara lain perang selama 30 tahun, penghancuran biara-biara berbahasa Inggris, dan pembakaran sejumlah "bidah" di kedua sisi.

Kalangan Katolik tradisionalis telah menuduh Paus Fransiskus membuat terlalu banyak konsesi terhadap umat Lutheran, terutama dalam "doa bersama" yang kedua pihak akan gunakan dalam peringatan tahun 2017.

Mereka mengatakan doa itu, yang akan digunakan dalam kunjungan Paus ke Lund, berlebihan memuji Luther, yang dikecam sebagai bidaah dan dikucilkan dalam Gereja Katolik.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved