Tajuk

Jangan Hanya Andalkan CCTV

HAMPIR sebulan ini perhatian publik teralihkan oleh kasus kematian seorang perempuan bernama Wayan Mirna Salihin (27). Ingar bingar politik di Senayan

Jangan Hanya Andalkan CCTV
Tribunnews.com/abdul qodir
Petugas Labfor Polri mendatangi lokasi kejadian tewasnya Wayan Mirna Salihin (27) di kafe Olivier, West Mall Grand Indonesia, Senin (11/1/2016). Mirna tewas seusai minum kopi saat bersama dua rekannya di kafe tersebut pada Rabu (6/1/2016). 

HAMPIR sebulan ini perhatian publik teralihkan oleh kasus kematian seorang perempuan bernama Wayan Mirna Salihin (27). Ingar bingar politik di Senayan, termasuk membelotnya Fraksi Golkar menjadi partai pendukung pemerintah, seolah-olah ‘diredam’ oleh pemberitaan tewasnya perempuan yang baru beberapa bulan menikah tersebut.

Memang ada kasus lainnya yang menonjol Januari lalu, seperti teror bom di Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, dan aksi pengusiran anggota Gafatar di Mempawah, Kalimatan Barat. Namun, pemberitaan kedua kasus itu seolah cepat berlalu.

Berbeda dengan kasus Mirna, yang tewas setelah menyeruput kopi yang mengandung sianida di Olivier Cafe, mal Grand Indonesia, Jakarta, 6 Januari 2016 lalu. Kasus ini sempat menjadi misteri, lantaran pihak kepolisian kesulitan menetapkan tersangka.

Polisi akhirnya menangkap sekaligus menetapkan Jessica Kumala Wongso (27) sebagai tersangka, Sabtu (30/1) pagi. Jessica, perempuan yang menemani Mirna ngopi itu, dibekuk di Hotel Neo, Mangga Dua Square.

Polisi yakin bahwa Jessica meracuni kopi Mirna menggunakan sianida, seperti dilansir harian ini, Minggu (31/1). Berdasar pantauan CCTV di kafe tersebut, polisi menganalisa tersangka menunjukkan gerak-gerik mencurigakan, mulai dari menata letak minuman, meletakkan tas kertas di atas meja yang menghalangi pandangan kamera pengawas ke arah minuman, hingga terlihat memindahkan kopi ke dekatnya.

Disebutkan, ada waktu ketika Jessica memegang kopi, pada saat bersamaan melihat kondisi sekitar, dan berkali-kali memegang rambut. Setelah melakukan sesuatu pada kopi, dia mengembalikan gelas kopi ke tempat semula. Setelah itu, tersangka memindahkan tas kertas dari meja ke tempat duduk.

Seperti diketahui, Mirna tiba di Kafe Olivier belakangan, setelah rekannya Jessica dan Hani. Begitu tiba dan meminum kopi tersebut, dalam jangka waktu tak lama, korban menunjukkan reaksi aneh, seperti kejang-kejang dan beberapa bagian tubuh mengeras.

Mirna lalu dibawa ke Klinik Damayanti yang berada di lantai dasar mal sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Dokter menyatakan, Mirna meninggal pada pukul 18.30 WIB. Dari hasil otopsi jenazah, Mirna mengalami gejala klinis cyanosis akibat racun sianida.

Penetapan Jessica menjadi tersangka kini menimbulkan pro dan kontra. Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel misalnya, yakin pelaku adalah orang profesional, dan Mirna adalah korban salah sasaran. Keyakinan Reza didasarkan pemikiran bahwa peracunan menggunakan sianida tentu bermaksud agar sasaran (korban) tidak bisa diselamatkan.

Kita berharap kasus ini secepatnya terungkap, dan polisi tidak hanya mengandalkan CCTV sebagai media menjerat pelaku. Masih ada barang bukti lain, misalnya menemukan celana yang dipakai Jessica yang katanya sengaja dibuang, karena rusak. Kita yakin penyidik dari kepolisian bekerja profesional, sehingga tidak keliru menetapkan tersangka dalam kasus yang menyedot perhatian publik ini. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help