Imigrasi Banjarmasin Siapkan Meja Khusus untuk Lansia dan Ibu Hamil

Termasuk kepada pemohon difabel, para lansia maupun perempuan hamil dan balita juga disediakan nomor antrean dan meja khusus.

Imigrasi Banjarmasin Siapkan Meja Khusus untuk Lansia dan Ibu Hamil
Adysta Pravitra Restu
Pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelayanan pembuatan paspor kini tidak lagi melelahkan. Bahkan untuk orang hamil dan penyandang difabel tidak perlu khawatir, karena bakal diberikan antrean khusus.

Hal itu untuk memberikan kenyamanan kepada warga yang sedang mengajukan permohonan pembuatan paspor di lingkungan imigrasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurut Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Kalsel, Yunaedi, perubahan sistem pelayanan itu menindaklanjuti surat edaran Direktorat Jenderal Imigrasi nomor IMI-GR 01 01-0047 Tahun 2016 tentang Antrean Pelayanan Paspor Republik Indonesia.

“Pemohon bisa antre di kantor imigrasi Banjarmasin dan Batulicin, serta unit pelayanan paspor di Barabai mulai pukul 07.30 hingga pukul 10.00 Wita,” terangnya.

Selain soal antrean, lanjutnya, juga  ada perubahan sistem pelayanan yang sebelumnya memakai kuota pemohon yang dibatasi menjadi pembatasan pengajuan berdasarkan batas waktu tertentu baik yang mengajukan permohonan secara langsung maupun online.

Menurutnya, pembatasan antrean dengan kuota itu tidak sejalan dengan upaya mewujudkan kepastian, kecepatan dan kemudahan pelayanan. Sedangkan pembatasan pengajuan permohonan berdasarkan batasan waktu sebagai bentuk memperhatikan beban kerja pelayanan.

Oleh karena itu, lanjut Yunaedi, nomor antrean yang diberikan kepada pemohon harus menunjukkan persyaratan pembuatan paspor. Termasuk kepada pemohon difabel, lansia maupun perempuan hamil dan balita juga disediakan nomor antrean dan meja khusus.

“Ada sejumlah kriteria tingkat penerbitan paspor relatif rendah (kurang dari 75 permohonan per hari) maka dilayani sesuai jam kerja. Bila lebih 75 permohonan per harinya, maka dapat dibatasi dengan batasan waktu yakni waktu pengambilan nomor antrian pada pukul 07.30,” paparnya.

Kasi Lalulintas Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas 1 Banjarmasin, Khairil Anwar mengatakan, kalau perubahan pelayanan antrean pengajuan paspor itu untuk menjamin kenyamanan pemohon. Mengingat selama menggunakan sistem kuota masih bisa dilayani hingga sampai jam operasional selesai pukul 15.00 Wita.

“Kalau sekarang kuota tanpa batas, tapi dibatasi waktu. Walaupun jumlahnya melebihi kuota 150 tapi tetap dilayani sampai pukul 10.00 Wita,” urainya.

Sementara salah satu pembuat paspor, Widia mengatakan dengan tanpa batasan kuota ini jadi mudah.

"Ya, jadi enak kalau mau ke mengurus paspor, soalnya dalam waktu dekat mau ke Turki nih. Syukur adanya tanpa batasan kuota ini bisa cepat," tandasnya. (lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved